Netral English Netral Mandarin
11:31wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Demokrat: KLB Bodong di Sumut Bukti Bahwa Pernyataan AHY Benar Adanya

Sabtu, 06-Maret-2021 05:21

Wakil Sekretaris  (Wasekjen) Partai Demokrat (PD) Ossy Dermawan
Foto : Istimewa
Wakil Sekretaris  (Wasekjen) Partai Demokrat (PD) Ossy Dermawan
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris  (Wasekjen) Partai Demokrat (PD) Ossy Dermawan menyebut Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (5/3/2021) yang menetapkan Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, merupakan 'KLB bodong'.

Menurut Ossy, digelarnya KLB bodong itu membuktikan bahwa apa yang disampaikan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal adanya Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) secara inkonstitusional yang melibatkan pejabat pemerintahan di lingkaran dekat Presiden Jokowi, terbukti benar.

"Peristiwa hari ini, #KLBBodong, buktikan bahwa apa yang disampaikan Ketum AHY pada 1 Februari lalu benar adanya. Tidak terbantahkan," tulis Ossy di akun Twitternya, Jumat (5/3/2021).

Ossy menambahkan, yang dihasilkan dari KLB bodong itu tidak mengubah apapun karena pelaksanaan KLB tersebut tidak sesuai dengan konstitusi partai. Ia juga menegaskan bahwa seluruh kader Demokrat yang dipimpin AHY akan terus berjuang demi kedaulatan partai berlambang bintang mercy itu.

"KLB ini tidak ubah apapun karena tidak sesuai konstitusi partai. Kami akan terus berjuang demi kedaulatan partai yang kami cintai. Kader PD, terus rapatkan barisan," tegas Ossy.

Sebelumnya, Ketum Demokrat AHY membeberkan adanya Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) secara ilegal dan inkonstitusional oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat, serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai yakni oknum pejabat pemerintahan di lingkaran dekat Presiden Jokowi. 

"Kami menerima laporan dan aduan dari banyak pimpinan dan kader Partai Demokrat baik pusat, daerah maupun cabang, tentang adanya gerakan dan manuver politik oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat, serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai, yang dilakukan secara sistematis," kata AHY di Jakarta, Senin (1/2/2021).

"Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," ujarnya.

Saat itu, putra sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini  menyebut jika konsep dan rencana yang dipilih para pelaku untuk mengganti dengan paksa Ketum PD yang sah, adalah dengan menyelenggarakan kongres luar biasa (KLB).

Sebulan setelah pernyataan AHY itu, hari ini, Jumat (5/3/2021), sejumlah kader dan mantan kader Demokrat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam KLB itu, para kader memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2021-2025.

Hasil KLB dibacakan oleh Jhoni Allen Marbun, politisi Partai Demokrat yang baru-baru ini dipecat secara tidak hormat oleh DPP Demokrat pimpinan AHY.

"Memutuskan, menetapkan Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. Setuju?," tanya Jhonny dan dijawab setuju oleh peserta KLB.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli