Netral English Netral Mandarin
09:42wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Demokrat: Masyarakat Indonesia Memiliki Kewajiban Mengingatkan Pemerintah untuk Menjaga Demokrasi

Minggu, 22-Agustus-2021 18:30

Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra
Foto : Istimewa
Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kewajiban untuk menjaga demokrasi di Indonesia. 

“Kita semua, masyarakat Indonesia, memiliki kewajiban moral untuk terus mengingatkan pemerintah agar menjaga demokrasi kita,” kata Herzaky dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (22/8/2021). 

Pernyataan tersebut diutarakan oleh Herzaky dengan tujuan membangkitkan semangat masyarakat dalam meningkatkan praktik demokrasi di Indonesia. Ia berharap, Indonesia dapat mencapai kategori negara demokrasi yang lebih baik, yaitu menjadi negara bebas atau free. Kini, berdasarkan catatan The Economist, Indonesia berada dalam kategori partly free atau setengah bebas. 

Guna mencapai kategori negara bebas, para warga diharapkan agar dapat lebih berani dalam berbicara dan berekspresi di muka umum. Apalagi, ketika pendapat yang disampaikan bertujuan untuk memberi masukan-masukan atau solusi kepada pemerintah dalam mengatur negara. 

Selain itu, Herzaky juga berharap, agar dalam sisa waktu pemerintahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajaran pemerintah dapat menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam mengoreksi dan meningkatkan praktik demokrasi di Indonesia. 

“(Agar bisa, red) membaik dan memiliki nama baik di dunia internasional,” tutur Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat ini. 

Merebaknya intimidasi dan serangan buzzer yang terorganisir dianggap menjadi penyebab akan rendahnya keberanian masyarakat untuk berekspresi dan berbicara di muka umum. 

Padahal, esensi dari negara yang demokratis berada pada aktifnya peran rakyat dalam memberi kritik juga masukan yang berkaitan dengan jalannya pemerintahan. 

Oleh karena itu, bersama-sama dengan pemerintah, masyarakat Indonesia harus terus menjaga esensi demokrasi dan lebih berani dalam menyampaikan pendapat guna meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. 

Herzaky meyakini, demokrasi di Indonesia dapat menjadi lebih baik bila seluruh elemen negara, baik pemerintah dan masyarakat, menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli