Netral English Netral Mandarin
21:31wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Demokrat: Moeldoko Bagi-bagi Uang dan HP Sebelum KLB Deli Serdang

Sabtu, 16-Oktober-2021 16:45

Moeldoko
Foto : Istimewa
Moeldoko
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kuasa hukum DPP Partai Demokrat, Mehbob, membeberkan pengakuan saksi fakta Demokrat dalam sidang gugatan kubu Moeldoko terhadap Menkumham Yasonna Laoly atas ditolaknya pengesahan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Kamis (14/10/2021),

Menurut Mehbob, saksi fakta Partai Demokrat menyebut adanya pembagian uang dan handphone oleh KSP Moeldoko, sebelum para peserta KLB berangkat ke Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada Maret 2021 lalu.

Saksi, ungkap Mehbob, menjelaskan bahwa peserta KLB Deli Serdang berangkat ke lokasi dengan dua cara. Bagi mereka yang bukan Ketua DPC langsung berangkat ke lokasi. Namun, bagi mereka yang berstatus Ketua DPC terlebih dahulu transit di Jakarta, dan bertemu dengan KSP Moeldoko.

“Kalau untuk Ketua DPC, menurut keterangan saksi, setelah mereka bertemu Pak Moeldoko, mereka diberikan uang sebesar Rp25 juta dan 1 buah handphone. Jadi kalau Pak Moeldoko selama ini bilang tidak terlibat, itu jelas terlibat, dan di persidangan tadi fakta-fakta itu terungkap,” kata Mehbob dalam keterangannya, Jumat (15/10/2021).

Uang sebesar Rp25 juta itu, sebut Mehbob, merupakan downpayment, karena setiap ketua DPC tersebut diberikan lagi Rp 75 juta setelah KLB ilegal Deli Serdang selesai. Jadi totalnya Rp100 juta untuk setiap orang.

“Saat kami mengajukan saksi fakta, lawyer dari pihak penggugat tidak berani memberikan pertanyaan atau bantahan. Jadi secara tidak langsung, dia mengakui fakta itu terjadi,” ujarnya.

Kuasa hukum DPP Partai Demokrat lainnya Heru Widodo menambahkan, selain menghadiri KLB Deli Serdang karena diiming-imingi sejumlah uang, Saksi Fakta mengakui bahwa dirinya tetap bisa menjadi peserta KLB ilegal Deli Serdang meskipun tidak memiliki surat mandat.

“Yang bersangkutan tidak mendapat surat mandat, surat tugas karena bukan person yang berhak hadir di Kongres. Dia datang ke KLB bersama 9 orang kader lainnya. Mereka bukan ketua DPC, tapi diberi jaket, diberi namecard peserta kongres yang memiliki hak suara,” jelas Heru.

Saksi fakta, lanjut Heru, juga menjelaskan bahwa KLB Deli Serdang dilaksanakan dalam tempo sekitar 1,5 jam. Dimulai dari pembukaan pada jam 13.30 WIB, pembacaan tata tertib, kemudian langsung pemilihan ketua umum.

Pada pukul 14.30, agenda KLB Deli Serdang ditunda untuk mendengarkan pidato Moeldoko pada malam hari. Tidak ada pembahasan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, dan pembentukan Mahkamah Partai.

Hal ini, menurut Heru, membuktikan bahwa Surat Keterangan Tidak Ada Sengketa yang dilampirkan untuk mendaftar perubahan kepengurusan hasil KLB Deli Serdang ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), diterbitkan oleh Mahkamah Partai yang tidak sah.

Heru menambahkan, hal ini juga terkonfirmasi oleh keterangan saksi fakta lainnya, yakni Jansen Sitindaon, yang mengatakan bahwa Mahkamah Partai yang sah hari ini adalah Mahkamah Partai hasil Kongres V Partai Demokrat pada Maret 2020. Jansen adalah anggota Mahkamah Partai yang namanya sudah terdaftar dan disahkan oleh Kemenkumham.

Dengan keterangan saksi fakta itu, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyebut partainya membuktikan dengan sangat baik bahwa apa yang dituduhkan oleh pihak KLB Deli Serdang semuanya sudah terbantahkan.

“Hari ini DPP Partai Demokrat membuktikan dengan sangat baik melalui saksinya bahwa apa yang dituduhkan oleh pihak KLB Deli Serdang semuanya sudah terbantahkan. Sudah benar Kemenkumham menolak keabsahan kepengurusan hasil KLB Ilegal Deli Sedang,” pungkas Hinca. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi