3
Netral English Netral Mandarin
12:07 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Demokrat Ngaku Tak Minta Dana Hibah Museum, Eko: Gak Minta Aja Dapet 9 Miliar, Apalagi Minta...

Rabu, 17-Februari-2021 14:05

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menyindir pernyataan Partai Demokrat yang mengaku tidak meminta dana hibah kepada Pemerintah Daerah Pacitan maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pembangunan Museum Susilo Bambang Yudhoyono di Pacitan.

Eko pun mengaku kagum lantaran dalam posisi tidak meminta saja, SBY bisa mendapatkan hibah sebesar itu, apalagi jika meminta secara khusus.

“Gak minta aja Rp9 M. Apalagi minta...” tulis Eko di akun Twitternya, Rabu (17/2/2021).

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak pernah meminta bantuan dana hibah Rp9 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pembangunan Museum SBY-Ani di Kabupaten Pacitan

Andi menyebut SBY justru yang mendapat tawaran dana hibah dari Pemprov Jatim. Namun, dana hibah tersebut belum diterima oleh SBY sampai saat ini.

"Para buzzer sudah fitnah keji soal pembangunan museum SBY ANI di Pacitan Jatim. Pak SBY ditawarkan bantuan hibah Rp9 M oleh Pemda Jatim untuk pembangunan. Pak SBY tidak pernah minta, bantuannya pun belum diterima. Niat baik Pemda Jatim, murni," cuit Andi di akun Twitter resminya @Andiarief__, dikutip Rabu (17/2).

Sementara itu, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menyebut dana hibah pembangunan museum tersebut berasal dari inisiatif Pemprov Jatim. Menurutnya, pihak Museum SBY-Ani tak pernah meminta dana hibah kepada Pemprov Jatim.

"Info yang kita dapat itu inisiatif dari Pemprov Jatim. Enggak ada sama sekali permintaan dari pihak museum SBY untuk itu. Jadi yang paling pas ya konfirmasi ke Pemprov Jatim, apa yang mendasari dari mereka memberikan hibah itu," kata Kamhar dilansir dari cnnindonesia.

Kamhar menyatakan pihak Museum SBY-Ani belum menerima dana hibah tersebut sampai saat ini. Menurutnya, anggaran tersebut baru dialokasikan ke Pemkab Pacitan tahun ini.

"Itu kan dari Pemprov Jatim, alur prosesnya ke Pemkab Pacitan baru dialokasikan di 2021. Realisasi anggarannya belum," kata Kamhar.

Meski demikian, Kamhar meminta kepada semua pihak agar tak perlu memandang politis pembangunan Museum SBY-Ani di Pacitan. Ia menilai Pemprov Jatim hanya berniat membantu pembangunan Museum SBY-Ani karena bisa memiliki nilai strategis bagi daerah Pacitan.

"Seyogyanya ini enggak politis. karena Pemprov men-support pembangunan Museum SBY-Ani, ini dipandang juga punya nilai strategis bagi daerah," ujarnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati