Netral English Netral Mandarin
01:50wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Demokrat Ogah Datang jika Dipanggil JKW, Eko Kuntadhi Sebut Sombong seperti Temannya Nolak Diajak Maudi Ngedate

Jumat, 03-September-2021 09:05

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra
Foto : Galamedia
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Demokrat mengaku ogah datang jika dipanggil Presiden Jokowi. Pernyataan Demokrat sontak menjadi perhatian warganet.

Eko Kuntadhi malah menanggapi dengan membandingkan temannya yang sombong.

“Kayak temen gue. Cowok pengangguran. Dekil. Jelek. Demennya pake kaos partai ke mana-mana. Rokok selalu minta,” kata Eko Kuntadi, Jumat 3 September 2021.

"Kalau Maudi Ayunda ngajakin ngedate, gue akan tolak, “ katanya sombong. Caelaahhh...,” Imbuh Eko Kuntadhi.

Untuk diketahui, Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengundang partai politik (parpol) koalisi dan non-parlemen ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Lalu, apakah Jokowi juga akan mengundang parpol oposisi ke Istana?

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, tak ingin menjawab hal itu. Herzaky hanya menegaskan Demokrat fokus di luar pemerintahan.

"Intinya sampai saat ini kami (Partai Demokrat) fokus di luar pemerintahan, kami fokus terus kritisi pemerintahan. Kalau kami tidak kritis, kalau kami tidak mengingatkan pemerintah bahaya besar nih," kata Herzaky, saat dihubungi, Kamis (2/9/2021).

Demokrat berkoalisi dengan rakyat

Demokrat Ogah ke Istana Jika Dipanggil JokowiKetua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai rapat dengan Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, Jakarta, Minggu (7/3/2021). 

Dari hasil rapat tersebut seluruh Ketua DPD Demokrat di 34 Provinsi menolak KLB yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara dan tetap mendukung AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah 

Herzaky menjelaskan penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah belum maksimal. Karena itu, dia mengatakan Demokrat akan terus mengkritisi kinerja pemerintahan.

"Karena nyawa rakyat taruhannya (bila COVID-19 tidak ditangani dengan baik)," ucapnya.

Lebih lanjut, Herzaky mengatakan Partai Demokrat berkoalisi dengan rakyat, seraya menegaskan Demokrat tidak berminat bergabung dalam koalisi pemerintah.

"Jadi kami gak minat untuk bicara mengenai koalisi dengan pemerintah. Gak minat, karena kami berkoalisi dengan rakyat. Kami menolak tegas (berkoalisi dengan pemerintah)," dia menambahkan.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati