Netral English Netral Mandarin
14:47wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Denny: Paul Zhang, Yahya Waloni, Desak Made, Mereka Hadir untuk Mengusik Toleransi Kita

Rabu, 21-April-2021 07:41

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat Media Sosial, Denny Siregar (DS) angkat bicara soalsikap intoleransi yang tengah marak, khususnya yang terjadi di Indonesia.

Baru-baru ini sosok yang paling disorot publik di antaranya Jozeph Paul Zhang, Ustaz Yahya Waloni dan Desak Made Darmawati karena telah menghina agama tertentu, sehingga mengusik rasa toleransi di negara ini.

"Orang2 spt Joseph paul Zhang, desak made dan yahya waloni akan tetap ada. Mereka hadir untuk mengusik rasa toleransi kita..," tulis Denny di akun Twitternya.

Menurut Denny keberadaan orang-orang seperti itu merupakan suatu ujian dan mengingatkan kita bahwa toleransi itu mahal.

"Jadikan mrk sebuah ujian, sbg pengingat bahwa toleransi itu mahal harganya," ujar Denny.

Denny pun mengatakan rasa toleransi itulah yang menyatukan kita dari ke Bhinneka Tunggal Ikaan dan latar belakang yang berbeda-beda, sehingga membuat kita menjadi Indonesia.

"Dan rasa itulah yg dulu menyatukan kita. Membuat kita menjadi INDONESIA,: pungkasnya. 

Sebelumnya, Jozeph Paul Zhang menghebohkan publik atas pengakuannya sebagai nabi ke-26 dan menyebut Islam agama cabul. Sementara Yahya Waloni, mengatakan semua firman Tuhan dalam agama Kristen palsu.

Sedangkan Desak Made Darmawati di dalam ceramahnya menyebut agama Hindu aneh karena punya banyak Tuhan. Padahal, Tuhan dalam Hindu, sebagaimana dalam keyakinan lain manapun di dunia, hanyalah Tuhan Yang Maha Esa.

Tak sampai di situ, Desak juga menghina Bali dengan menyebut bahwa Bali adalah pusat setan terbesar di dunia, di samping India, Cina, dan Korea. Ia mendasarkan pendapatnya itu lantaran di Bali tidak terdengar suara adzan.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati