Netral English Netral Mandarin
11:09wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Denny Puji Donasi Akidi Tio, Fadli: Ini Bisa Dikategorikan Sebar Hoax dan Keonaran?

Selasa, 03-Agustus-2021 17:42

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Publik sedang ramai memperbincangkan sumbangan Rp2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel).

Masalah tersebut kian heboh setelah ramai pemberitaan bahwa anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka karena diduga berbohong mengenai donasi Rp2 triliun yang diserahkan secara simbolis di Mapolda Sumsel pada Senin (26/7/2021) lalu.

Di tengah sorotan publik terhadap kasus tersebut, nama pegiat media sosial Denny Siregar ikut menjadi bulan-bulanan sejumlah pihak di media sosial.

Pasalnya, sebelum sumbangan Rp2 triliun itu bermasalah, Denny Siregar sempat memuji-muji Akidi Tio dan keluarga pengusaha asal Langsa, Kabupaten Aceh Timur itu.

Gara-gara itu, banyak netizen kembali memviralkan cuitan dan video pernyataan Denny soal sumbangan Rp2 triliun keluarga Akidi Tio.

Dalam sebuah video yang dibagikan netizen di Twitter, Denny Siregar menyebut bahwa apa yang dilakukan Akidi Tio dan keluarga menjadi 'tamparan keras' bagi banyak pihak termasuk dirinya.

"Mungkin apa yang dilakukan oleh almarhum Bapak Akidi Tio, pengusaha dari Sumatera Selatan yang tidak dikenal namanya oleh banyak orang ini, menampar kita semua," kata Denny.

Denny kemudian mencontohkan pihak-pihak yang 'tertampar' dengan bantuan kemanusiaan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio.

"Menampar para orang kayak baru yang hartanya masih bisa dihitung tapi sudah menyebut dirinya sultan. Menampar para artis yang sibuk pamer mobil dan rumah mewah, tapi tidak sedikitpun terdengar bantuannya untuk kemanusiaan yang mulia," ujarnya.

"Menampar orang-orang rasis yang berdonasi tapi masih melihat siapa yang dibantu dan agamanya apa. Termasuk beliau menampar saya juga dan kita semua supaya terus berusaha berbuat baik tanpa banyak bertanya dan tidak perlu terlihat di permukaan," jelas Denny.

Di akhir video, Denny menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga Akidi Tio. "Terima kasih kepada keluarga Bapak Akidi Tio atas sumbangan Rp 2 triliun," ucap dia.

Video yang dibagikan netizen itu ikut direspon oleh politisi Partai Gerindra Fadli Zon. Ia mempertanyakan apakah pernyataan Denny termasuk dalam penyebaran hoaks dan menimbulkan keonaran atau tidak.

Untuk menjawab pertanyaannya itu, Fadli Zon menyentil Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang juga Staf Ahli Menkominfo, Profesor Henry Subiakto. Fadli menyebut Henry sebagai 'ahli stempel hoaks'.

"Ini bisa dikategorikan menyebar hoaks dan keonaran? Kayaknya harus tanya Prof ahli stempel hoaks @henrysubiakto," tulis Fadli di akun Twitter-nya, Senin (2/8/2021).

Sebelumnya, Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro menyebut anak Akidi Tio, Heriyanti, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumsel.

Namun pernyataan berbeda disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi. Ia mengatakan bahwa Heriyanti masih dalam proses pemeriksaan.

"Statusnya masih dalam proses pemeriksaan. Belum tersangka, yang menetapkan tersangka Direskrimum yang punya kewenangan dalam proses penyidikan," kata Supriadi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di Mapolda Sumsel, Senin (2/8/2021).

Menurut Supriadi, kedatangan Heriyanti ke Polda Sumsel bukan karena ditangkap, melainkan diundang untuk menjelaskan soal bilyet giro terkait pencairan dana Rp 2 triliun itu.

"Tidak ada prank. Pada hari ini, ibu Heriyanti kita undang ke Polda. Perlu digarisbawahi, kita undang bukan kita tangkap, kita undang untuk datang ke Polda untuk memberikan klarifikasi terkait penyerahan dana Rp 2 triliun melalui bilyet giro," ungkap Supriadi. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli