Netral English Netral Mandarin
00:00 wib
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait penggusuran dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari di Jakarta Selatan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jadi Kapolri pada Rabu (27/1).
Denny: Saatnya Negara Tegas, Jadikan FPI Organisasi Teroris dan Tangkap Petingginya, Gaspol...

Senin, 07-December-2020 19:43

Denny Siregar
Foto : Istimewa
Denny Siregar
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Insiden tewasnya enam anggota Front Pembela Islam (FPI), Senin (7/12/20), pegiat media sosial Denny Siregar justru mengunggah tautan video Channel Youtubenya dengan judul "Denny Siregar: Negara Jangan Kalah Dengan FPI (GASPOL #10)."

Sementara di akun FB-nya, Senin (7/12/20) Denny mencuit: "Geramnya saya dengan FPI yang seperti punya negara sendiri.. Sudah saatnya negara tegas, jadikan FPI organisasi teroris dan tangkapi para petinggi2nya karena mereka selalu memprovokasi..."

Sementara di dinding Channelnya, Denny tertulis: "Kita tak bisa membiarkan para penganggu ketertiban seperti FPI berlaku semaunya. Bila pemerintah tak turun tangan, rakyat yang akan bergerak menjaga diri dan kelompok masing-masing."



"Pertempuran jalanan tak akan bisa dihindarkan. Contohnya, saat ini rumah ibunda Menkopolhukam Mahfud MD dijaga oleh pasukan Banser. Bagaimana bila FPI nekat kembali menyerbu? Ngeri!!!" tulis Denny.

Meski video ini dibuat dan diunggah tanggal 5 Desember 2020, namun cuitan dan unggahan tautan di akun FB Denny Siregar dilakukan di saat publik dikejutkan dengan berita tewasnya enam anggota FPI.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi telah menembak kelompok yang diduga pendukung Habib Rizieq Shihab di Jalan Tol Jakarta Cikampek. Mereka dari Laskar Khusus Front Pembela Islam (FPI) yang bertugas mengawal Habib Rizieq.

Sekretaris Umum FPI, Munarman, menegaskan Habib Rizieq Shihab beserta rombongan mengarah ke luar Jakarta saat terjadi insiden pengadangan oleh oknum tak berseragam.

Munarman mengatakan, Habib Rizieq mulanya beristirahat di Megamendung lalu pindah ke Sentul, Kabupaten Bogor.

Lalu pada Minggu 6 Desember 2020 malam, Habib Rizieq meninggalkan Sentul menuju ke tempat pengajian ke rumah keluarga di luar Jakarta.

"Jadi tidak melibatkan pihak manapun juga dengan empat mobil keluarga. Di dalam mobil ada istri beliau, ada anak, dan menantu, artinya ada perempuan dalam mobil, dan ada cucu beliau. Dua orang masih bayi, tiga orang balita. Jadi di rombongan Habib Rizieq itu ada bayi dan balita. Itu yang saya mau tegaskan. Jadi ini adalah perjalanan keluarga biasa," ucap Munarman saat jumpa pers di Petamburan, Jakarta, Senin (7/12/2020).

Munarman menyebut Habib Rizieq dikawal oleh empat mobil. Lalu di tengah perjalanan keluar Jakarta pada tengah malam, rombongan Imam Besar FPI itu diadang.

Ternyata, rombongan Habib Rizieq sudah diikuti sejak keluar Tol Sentul.

"Di dalam perjalanannya lebih kurang 00.30 malam, rombongan beliau dengan dikawal oleh empat mobil laskar. Di dalam perjalanan ada orang yang menguntit sejak beliau keluar dari Sentul. Terus dikuntit dan akhirnya para penguntit ini memotong entah apa tujuannya," katanya.

Oknum tak berseragam itu, kata dia, berusaha memotong jalan mobil rombongan dan mulai menyetop. Akhirnya mobil pengawal Habib Rizieq langsung bereaksi dan melindungi Imam Besar. Di situlah terjadi gesekan.

"Kita tidak sebut, karena kita tidak tahu dia petugas resmi atau bukan karena dia tidak berseragam berusaha memotong rombongan dan menyetop kendaraan. Para pengawal tentu saja bereaksi untuk melindungi Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Itu reaksi normal karena mereka memang bertugas untuk mengawal," ucap Munarman.

"Yang mengawal HRS ini empat mobil, dua mobil terus mengawal HRA menuju tempat pengajian, yang dua yang berusaha diadang OTK ini. Kemudian terjadi upaya penangkapan itu dan ada sekali penembakan di tahap awal itu mengenai satu laskar. Satu laskar inilah yang voice notenya sampai ke tim yang lain mobil satunya, mobil satunya segera menyelematkan diri, karena ada tembakan," tambahnya.

Dia menegaskan tidak ada tembak menembak. Pasalnya, anggota Laskar FPI tidak memiliki atau tidak dibekali senjata api. Yang ada kata dia hanyalah penembakan terhadap anggota Laskar FPI.

"Laskar kami tidak pernah dibekali dengan senjata api. Kami terbiasa tangan kosong. Kami bukan pengecut! Jadi fitnah dan ini fitnah luar biasa," kata Munarman.

Versi Polisi

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, anggota Polda Metro Jaya mendapat serangan dalam proses penyidikan, yaitu penodongan senjata api (senpi) dan senjaya tajam (sajam) oleh pendukung Rizieq di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dini hari tadi.

"Ya benar. Anggota yang menjadi korban akan membuat laporan polisi," kata Argo Yuwono dalam keteranganya, Jakarta, Senin (7/12/2020).

Argo mengatakan kronologi kejadian sesuai dengan yang diterangkan Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran, yakni peristiwa penyerangan terjadi pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Japek.

Saat mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengkuti kendaraan pengikut MRS, tiba-tiba mobil anggota Polda Metro Jaya dipepet dan disetop dua kendaraan pengikut MRS.

Saat inilah terjadi penodongan senpi dan sajam berupa samurai dan celurit ke arah anggota oleh pengikut MRS. Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam langsung mengambil tindakan tegas terukur.

Enam Orang pengikut MRS meninggal dunia, sementara 4 lainnya melarikan diri. Dalam kasus ini petugas mengalami kerugian materil berupa rusaknya kendaraan yang ditabrak pelaku dan adanya bekas tembakan senpi pelaku di TKP.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat