3
Netral English Netral Mandarin
19:18 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Heboh Banyak Orang Khawatir dalam Vaksin Ada CHIP, Denny Sebut gegara Minum Kencing Onta

Kamis, 21-January-2021 11:42

Ungkap Minum Kencing Onta Mengerutkan Otak, DS Sebut akibatnya Orang Khawatir dalam Vaksin Ada CHIP
Foto : Istimewa
Ungkap Minum Kencing Onta Mengerutkan Otak, DS Sebut akibatnya Orang Khawatir dalam Vaksin Ada CHIP
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar tertawa dengan beredarnya hoax tentang CHIP yang disusupkan dalam vaksinasi Covid-19. Menurutnya adalah hal lucu menganggap chip itu benda cair.

"Asli gua ngakak baca status orang yang khawatir kalo dalam vaksin itu ada CHIP yang akan mengontrol semua gerak kita.. Lha, dia pikir chip itu benda cair apa??" kata Denny melalui akunnya, Kamis (21/1/21).

Ia kemudian menyentil pemikiran tersebut dengan cibiran gegara banyak minum air kencing onta.

"Minum kencing onta itu ternyata bisa mengerutkan otak..," kata Denny.

Sementara sebelumnya diberitakan, pasca program vaksinasi COVID-19 di Indonesia dilaksanakan, berbagai hoax atau berita bohong beredar di masyarakat. Salah satunya isu mengenai penanaman chip atau komponen manajemen sistem yang melacak masyarakat yang telah menerima vaksin.

"Pada kesempatan ini, saya menegaskan bahwa berita itu adalah berita bohong atau hoax, tidak ada chip di dalam vaksin," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di YouTube BNPB, Selasa (19/1/2021).

"Terkait kode yang disinyalir ada pada vaksin, kode tersebut ada pada barcode yang menempel pada botol cairan vaksin dan tidak akan menempel pada orang yang divaksin," lanjutnya.

Prof Wiku menjelaskan fungsi dari barcode yang diisukan ditempel pada orang yang telah divaksin hanya berguna untuk pelacakan pendistribusian vaksin. Barcode itu sama sekali tidak bisa difungsikan untuk melacak keberadaan masyarakat yang sudah divaksin.

Selain itu, Prof Wiku juga menegaskan bahwa informasi yang diberikan masyarakat saat program vaksinasi pada pemerintah akan dijamin kerahasiaannya. Data itu hanya digunakan untuk kepentingan proses vaksinasi COVID-19. Hal ini pun sudah diatur pada pasal 8 ayat 1 PP 40 tahun 2019.

"Bahwa kementerian atau lembaga dan badan hukum Indonesia yang memperoleh data pribadi penduduk atau data kependudukan dilarang menggunakan data pribadi penduduk melampaui batas kewenangannya," jelas Prof Wiku seperti dinukil Detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto