3
Netral English Netral Mandarin
19:12 wib
Menko Polhukam Mahfud MD membantah tudingan yang menyebut pemerintah melindungi jalannya Kongres Luar Biasa ( KLB) kubu kontra-Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar warga Jakarta untuk mewaspadai potensi hujan disertai kilat dan petir hari ini, Senin (8/3).
Denny: PKS Sebar 500rb Relawan Medsos, FPI 1 Orang 35 Akun, Silent Majority Menang di Medan Perang...

Jumat, 12-Februari-2021 17:15

Denny sebut PKS Sebar 500rb Relawan Medsos, FPI 1 Orang 35 Akun, Silent Majority Menang di Medan Perang...
Foto : CNN Indonesia
Denny sebut PKS Sebar 500rb Relawan Medsos, FPI 1 Orang 35 Akun, Silent Majority Menang di Medan Perang...
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Merasa dirinya sering disebut sebagai "buzzer",, Denny Siregar kembali mencuit pembelaan bahwa zebutan buzzer diberikan oleh mereka yang sebenarnya kalah dalam perang narasi di media sosial.

"Dari sibuknya mereka menuding buzzer, sebenarnya itu adalah pengakuan bahwa mereka kalah dalam perang narasi di media sosial..," kata Denny, Jumat (12/2/21).

"Meski PKS katanya sdh sebar 500rb relawan medsos, atau FPI yg 1 orang punya 35 akun, tetap saja gelombang silent majority yg menang di medan perang..," tegas Denny.

Sementara sebelumnya diberitakan, Anggota DPR RI Fraksi PKS Bukhori Yusuf meminta negara menertibkan pendengung atau buzzer. Permintaan itu menyusul Permadi Arya alias Abu Janda menyebut Islam sebagai agama arogan.

Bukhori berpendapat negara tidak diuntungkan dengan kehadiran buzzer. Bahkan, ia menilai tindak-tanduk buzzer telah melampaui batas.

"Negara harus segera menertibkan mereka bila ingin mengembalikan kehangatan percakapan kita sebagai warga negara yang menjunjung tinggi akhlak dalam merespons perbedaan," kata Bukhori dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/1).

Bukhori menyebut aksi Permadi sebagai bentuk penghinaan terhadap Islam. Dia berkata ucapan Permadi tak hanya melukai umat Islam, tapi berpotensi memecah belah bangsa.

Dia mempertanyakan langkah negara merespons aksi Abu Janda kali ini. Sebab Permadi selalu lolos dari jerat hukum selama ini.

"Ia (Permadi) sudah terlalu sering membuat kegaduhan publik dengan ujarannya yang meresahkan. Namun anehnya, terkesan ada pembiaran selama ini kendati sudah banyak pihak yang dirugikan atas ulah buzzer ini," ucapnya seperti dilansir Cnnindonesia.com.

"Orang seperti ini yang justru berpotensi memecah belah NKRI karena memperkeruh suasana kerukunan antarwarga negara," imbuh Bukhori.

Sebelumnya, Permadi mencuit soal Islam agama arogan di Twitter. Cuitan itu ia unggah saat berdebat dengan tokoh 212 Tengku Zulkarnain.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto