Netral English Netral Mandarin
15:53wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
Denny Siregar: Gua Geli Dengar Ada 'Penistaan Agama' padahal Agama Itu Agung, Mau Dinista Apapun Tetap Agung

Jumat, 27-Agustus-2021 17:10

Yagya Waloni dan MuhammadKece
Foto : Kolase Indozone
Yagya Waloni dan MuhammadKece
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar menyebut bahwa Agama sejatinya agung dan tak bisa dinista karena apapun tetap agung. Namun Polisi menangkap mereka yang menista agama karena melanggar Undang-Undang. 

"Gua geli sih kalo dengar ada "penistaan agama". Padahal agama itu agung, mau dinista apapun tetap agung," kata Denny Siregar, Jumat 27 Agustus 2021.

“Trus kenapa polisi nangkepin dgn pasal penistaan agama? Jalankan UU dan meredam gesekan. Tau sendirilah, org kita byk yg belum dewasa berfikirnya. Gesek sediki, kebakar..,” imbuhnya.

Sementara sebelumnya, Polisi menangkap terduga pelaku penistaan agama, YouTuber M Kece, setelah desakan publik menguat.

Sehari berselang sesudahnya, giliran Yahya Waloni menyusul ditangkap petugas polisi dengan tuduhan yang sama.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas pun mengucapkan selamat kepada pihak kepolisian atas langkah sigap dalam menindak terduga pelaku penistaan agama dan ujaran kebencian yang diunggah di media sosial tersebut.

Menag Yaqut Cholil Quomas mengapresiasi dan menyebut hal itu sebagai bukti bahwa semua orang sama di hadapan hukum.

"Selamat kepada Polri yang sigap menangkap pelaku ujaran kebencian dan penghinaan simbol agama," kata Menag Yaqut, dikutip dari akun Twitter @YaqutCQuomas pada Jumat, 27 Agustus 2021.

Menurut Yaqut, penangkapan M Kece dan Yahya Waloni adalah bukti bahwa semua warga tak ada yang kebal terhadap hukum.

Sebagaimana diberitakan, M Kece diringkus oleh petugas Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Selasa, 24 Agustus 2021 pukul 19.30 WITA, di Kampung Banjar Untal-Untal, Desa Ulang, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

M Kece sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penistaan agama setelah ramai desakan massa merespons unggahan pria setengah baya itu di akun YouTubenya.

Dua hari sesudahnya, Yahya Waloni, ditangkap oleh tim Bareskrim Polri pada Kamis, 26 Agustus 2021, di Cibubur, Jakarta Timur.

Yahya Waloni ditahan atas dugaan ujaran kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan.

Yahya Waloni sebelumnya dilaporkan oleh komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme ke Bareskrim Polri.

Menurut Yaqut, barang siapa yang melakukan tindakan yang melanggar hukum, maka sepatutnya dia diganjar oleh hukuman yang sesuai dengan perbuatannya.

"Semua warga sama di mata hukum sehingga harus mendapatkan perlakuan yang adil. Termasuk terkait dugaan ujaran kebencian dan penghinaan simbol agama," katanya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli