Netral English Netral Mandarin
14:46 wib
Tersiar informasi bahwa Kejaksaan Agung memeriksa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan karena adanya unrealized loss investasi. Dibalik suksess harum bumbu masak mi instan indomie ternyata ada Hj Nunuk Nuraini yang kemarin, Rabu, (27/1/2021), tutup usia.
Dipecat dari Marga Siregar, Denny: Ga Pernah Ngasi Makan Tiba-Tiba Maen Pecat, Elu Siapa?

Kamis, 17-December-2020 08:33

Dipecat dari Marga Siregar, Denny sebut
Foto : Istimewa
Dipecat dari Marga Siregar, Denny sebut "Ga Pernah Ngasi Makan Tiba-Tiba Maen Pecat, Elu Siapa?"
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nama pegiat media sosial Denny Siregar kembali viral. Pasalnya, ia disebut-sebut dikeluarkan dari ikatan persaudaraan semarga.

Denny pun bereaksi. Melalui akun Twitternya, Rabu malam (16/12/20) Denny menanggapi, katanya: "Marga gua Siregar, hanya penanda saja bahwa gua lahir di Sumut."

"Tapi darah gua sebagai putra Indonesia itulah yang membanggakan. Mau dipecat semarga gak masalah, yg penting jangan tdk diakui sbg anak Indonesia. Lagian ga pernah ngasi makan, tiba2 maen pecat aja. Elu siapa??" tegas Denny.

Sebelumnya dilansir Pakarberita.com, Denny Siregar kini tak lagi diakui sebagai saudara semarga dari kalangan Muslim Siregar atau kelompok Parsadaan Siregar, Boru dohot Babere (PSBB). Mereka menilai Denny sering memojokkan ulama.

Pernyataan ini beredar luas pada laman media sosial Facebook, Rabu (16/12/2020). Adalah akun Nasution yang memposting dan menyebar pernyataan tersebut ke grup FB Tabagsel.

Netizen pun mulai ramai membagikan dan mengomentari pernyataan tersebut.

Ada empat poin pernyataan yang mewakili marga Siregar untuk menyingkirkan Denny Siregar sebagai saudara satu marga.

Sangat menyesalkan ulah, tingkah dan Provokasi dari Kahanggi kami Denny Zulfikar Siregar atau biasa disebut dengan Denny Siregar. Khususnya yang selalu memojokkan Islam, santri dan para Ulama.” pernyataan pertama dari tuntutan tersebut.

Pada poin kedua, mereka menilai sikap Denny Siregar tidak lagi sesuai dengan prinsip ketaatan yang ummat miliki, termasuk persoalan menghargai para ulama oleh orang-orang Tapanuli Selatan.

“Pada dasarnya, Marga Siregar, khususnya yang berasal dari Tapanuli Bagian Selatan umumnya adalah Muslim yang sangat taat. Sangat mencintai dan menghargai para Ulama. Karena itu ulah dan Provokasi Kahanggi kami Denny Siregar sangat bertolak belakang dengan Prinsip Marga Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan.” tulis akun tersebut.

Persoalan ketiga, Denny Siregar kurang memahami adat dan prinsip hidup marga Siregar. Penggiat media tersebut mereka anggap hanya sekedar menumpang lahir di Kota Medan dan besar di Pulau Jawa,

“Mengingat Kahanggi kami Denny Siregar besar di Pulau Jawa, hanya menumpang lahir di Kota Medan -Sumatera Utara, jadi kurang memahami adat dan prinsip hidup Marga Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan. Maka dengan ini kami dari Perwakilan PSBB meminta maaf kepada Umat Islam khususnya para Ulama atas semua ulah, tingkah laku dan semua provokasi dari Denny Siregar.”

Tak Akui Sebagai Saudara Semarga

Poin terakhir adalah poin kekesalan dari poin-poin sebelumnya. Kelompok ini menyatakan secara tegas bahwa Denny Siregar tak mengakauinya lagi sebagai saudara satu marga atau bagian dari keluarga Siregar. Kelompok ini juga berharap agar penegak hukum tidak ragu bersikap adil untuk memproses segala pengaduan yang terhadap Denny Zulkifli Siregar.

“Dengan ini kami perwakilan dari PSBB juga memutuskan mulai dari sekarang tidak mengakui lagi Denny Siregar sebagai saudara semarga atau bagian dari Keluarga Marga Siregar khususnya Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan.

“Adapun nama Siregar dibelakang namanya kami anggap bukan marga tapi bagian dari nama. Selanjutnya kami tidak akan sebut lagi Kahanggi, tapi saudara.”

“Demikian Maklumat ini kami sampaikan. Kami dari PSBB juga berharap agar Penegak Hukum Indonesia tidak ragu-ragu dan bersikap adil dengan memproses segala pengaduan terhadap saudara Denny Zulfikar Siregar.” pungkas pernyataan tersebut.



Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto