Netral English Netral Mandarin
09:18 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Minta BEM UI Tonton Seruan Membunuh dari FPI, Denny: Kalo Udah Nonton, Pake Lagi Pampersnya...

Rabu, 06-January-2021 13:23

Minta BEM UI Tonton Seruan Membunuh dari FPI, Denny Siregar sebut Kalo Udah Nonton, Pake Lagi Pampersnya...
Foto : Istimewa
Minta BEM UI Tonton Seruan Membunuh dari FPI, Denny Siregar sebut Kalo Udah Nonton, Pake Lagi Pampersnya...
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebelumnya diberitakan BEM Universitas Indonesia disebut-sebut memprotes pembubaran FPI oleh Pemerintah Presiden Joko Widodo.

Merasa geram, pegiat media sosial Denny Siregar, Rabu (6/1/21) mengatakan: "Halo adek2 BEM @univ_indonesia. Tonton dulu video lama dari ormas yang kalian bela ini, baru komentar."

"Kalo udah nonton, pake lagi pampersnya biar pantatnya ga korengan..," imbuh Denny.



Denny juga mengunggah video tentang ajakan petinggi FPI, Sobri Lubis yang nampak sedang berdakwah di depan umat. Dia mengajak para pengikutnya untuk memerangi dan menghabisi nyawa pengikut Ahmadiyah di manapun mereka berada.

Sementara sebelumnya dilansir CNNindonesia.com, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fajar Adi Nugroho membantah bila pernyataan sikap BEM UI terkait desakan pencabutan Surat Keputusan Bersama (SKB) 6 kepala lembaga negara/kementerian tentang pembubaran FPI sebagai bentuk dukungan terhadap FPI.

Ia menegaskan pernyataan sikap BEM UI hanya tak membenarkan proses pembubaran organisasi masyarakat tanpa mekanisme pengadilan.

"Jadi rilis kemarin itu memang kita tidak membela FPI-nya. Tapi konteksnya kita menolak pembubaran ormas tanpa melalui proses peradilan," kata Fajar, Selasa (5/1).

Fajar menegaskan bahwa pihaknya tak pernah membenarkan pelbagai tindakan yang berkaitan dengan mengganggu ketertiban umum dan tindakan diskriminasi oleh pihak-pihak tertentu.Lihat juga: Berganti Nama, FPI Tak Akan Daftarkan Diri Sebagai Ormas

Ia menyatakan pernyataan sikap tersebut sekadar menyoroti bahwa pembubaran ormas tanpa melalui pengadilan tak menggambarkan Indonesia sebagai negara hukum.

"Sorotan kita ada praktik pembubaran organisasi yang ditetapkan melalui keputusan SKB, itu kemudian tidak menggambarkan Indonesia sebagai negara hukum dan menjunjung tinggi prinsip hukum," kata dia.

BEM UI sendiri mengeluarkan pernyataan sikap yang meminta kepada pemerintah untuk mencabut SKB 6 kepala lembaga pemerintahan/kementerian terkait pembubaran FPI.

Mereka menilai prosedur dan landasan keputusan pelarangan FPI tidak merefleksikan Indonesia sebagai negara hukum seperti yang termaktub dalam UUD 1945.

"Mendesak negara untuk mencabut SKB tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut serta Penghentian Kegiatan FPI," bunyi pernyataan sikap BEM UI.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto