Netral English Netral Mandarin
01:39 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
DS: Cuma Jokowi yang Bisa Bikin Kesal Malaysia, Warganet Jilat Terus Bos Siapa Tahu jadi Komisaris

Minggu, 20-December-2020 13:40

Pegiat Media Sosial Denny Siregar.
Foto : Twitter
Pegiat Media Sosial Denny Siregar.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar mengomentari artikel yang ditulis Katadata dengan judul "Mantan PM Malaysia Kecewa Google, Amazon, Tesla Lebih Pilih Indonesia”.

“Dulu gua kesal banget. Kenapa sih perusahaan2 global itu kok kalo gak investasi di Malaysia, ya di Singapura. Padahal secara jumlah penduduk kita jauh lebih besar dari mereka.. Dan cuman @jokowi yang bisa bikin kesal Malaysia,” tulis Denny dalam akun Twitternya, Minggu, (20/12/2020).

Cuitan Denny langsung mendapat banyak tanggapan dari warganet yang juga pengikut Denny. Sebut saja akun @Pramudyaeka, menulis,” Jilat terus Bos..siapa tau jadi komisaris.”



@wawanwakiman Padahal Najib Razak juga keturunan Indonesia (Makassar).”

@Wisanggeni," Nauzubillah....
Kezi skali penguwasa skrg ini,
Setelah mengkriminilisasi ulamak, 6 syuhada smp hrs syahid tanpa hidup muliya & mendzolimi ummat,
Ternyata skrg pun berulah dg mendzolimi negara malesye sbg sesama kaum ummat beriman.
Sekarang saatnyalah serukan "Ganyang Malaysia!!”"

@Myname_stark, menambahkan,” Jokowi itu sibuk buat kemajuan indonesia, tapi ada manusia2 yg bikin ribet macem rijik ma kelompoknya.”

Terakhir akun @Salomosimanjuntak, menulis “Kadrun kesal atau senang ya.”

Dalam artikel Katadata tersebut dijelaskan bahwa Google membangun pusat data di Indonesia. Amazon juga sudah berkomitmen membuat infrastruktur serupa. Tesla tertarik berinvestasi mobil listrik. Ini membuat Mantan Perdana Menteri Malaysia kecewa.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Mantan PM Malaysia Kecewa Google, Amazon, Tesla Lebih Pilih Indonesia"

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) Google sudah membangun pusat data (data center) komputasi awan (cloud) di Indonesia. Sedangkan Amazon berkomitmen masuk ke Tanah Air. Lalu Tesla tertarik berinvestasi mobil listrik. Ini membuat mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kecewa. "Tesla akan ke Indonesia. Amazon akan ke Indonesia. Google akan ke Indonesia. Apa yang terjadi?" Kata Najib dalam unggahan di akun Facebook, Senin lalu (14/12).

Padahal, menurutnya Malaysia memiliki Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Internasional (MITI), Otoritas Pengembangan Investasi Malaysia (MIDA), InvestKL, dan Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) yang bertugas menarik investasi raksasa teknologi. Ia menilai hasilnya nol.

 

 

Reporter :
Editor : Sulha Handayani