Netral English Netral Mandarin
20:13wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Mengapa Denny Siregar Tak Mengulas Palestina dan Terorisme di Poso?, Tak Disangka Ini Penyebabnya

Jumat, 14-Mei-2021 21:43

Denny Siregar
Foto : Nusa Daily
Denny Siregar
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar yang dikenal sangat aktif mengkritik segala hal yang berbau “redikalisme dan terorisme”, kali ini memberikan catatan pendek mengapa ia tidak  mengulas tentang terorisme di Poso dan aksi kekerasan Israel di Palestina.

Ia juga jelaskan alasannya mengapa akhir-akhir ini malah menul;is seputar bisnis Cryptocurrency.

“Selama beberapa bulan ini saya fokus mengamati terorisme di Indonesia dan berakhir dengan tertangkapnya Munarboy.. Jadi maaf ya kalau tidak menulis tentang Poso. Sudah banyak kekerasan yang saya saksikan dan sudah muak rasanya,” kata Denny Siregar.

“Poso adalah kejadian terorisme yang terus berulang dan tidak mudah penanganannya karena daerahnya yang luas dan hutan lebat. Mirip2 ma Papua dengan teroris KKBnya,” lanjutnya.

“Palestina sudah sering cerita dan terus berulang seperti biasanya. Konflik itu akan terus ada sampai akhir dunia karena begitu banyak kepentingan disana,” imbuhnya. 

“Saya ingin istirahat dulu dari nulis tentang kekerasan. Mending dimaki para trader Crypto karena mereka salah paham, daripada harus kembali memelototi kekerasan..,” kata Denny.

“Ingin hidup damai seperti secangkir kopi yang terlihat begitu tenang tapi nikmatnya tidak pernah berkurang.. Seruputtt... ,” tandas Denny.

RI Kecam Aksi Kekerasan di Palestina

Secara terpisah sebelumnya diberitakan, Indonesia mengecam keras aksi polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, saat bentrok dengan warga sipil. Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), pemerintah Indonesia mengatakan tindakan kekerasan itu melukai perasaan umat Islam.

"Indonesia juga mengecam tindak kekerasan terhadap warga sipil Palestina di wilayah Masjid Al-Aqsa yang menyebabkan ratusan korban luka-luka dan melukai perasaan umat muslim," kata Kemlu, melalui akun Twitter-nya, Minggu (9/5/2021).

Indonesia juga mengecam pengusiran paksa 6 warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan di Masjid Al-Aqsa itu dinilai bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB.

"Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan berbagai resolusi DK PBB, hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949, dan berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan," tutur Kemlu.

Kemlu mengatakan pengusiran paksa dan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina itu bisa menyebabkan ketegangan di kawasan. Karena itu, Indonesia pun mendesak masyarakat internasional melakukan langkah nyata untuk menghentikan tindakan aparat Israel itu.

"Mendesak masyarakat internasional lakukan langkah nyata untuk menghentikan langkah Pengusiran paksa warga Palestina dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil," lanjut Kemlu.

Sebelumnya, bentrokan berdarah antara polisi Israel dan warga Palestina yang ada di Masjid Al-Aqsa pecah. Bentrokan yang membuat ratusan orang terluka ini terjadi usai buka puasa.

Sedikitnya 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (7/5) malam waktu setempat. Polisi Israel menggunakan peluru karet dan granat kejut terhadap warga Palestina yang melemparkan batu ke arah mereka.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/5), bentrokan ini pecah saat kemarahan memuncak di kalangan warga Palestina terkait potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka yang tanahnya diklaim oleh para pemukim Yahudi yang menggugat ke pengadilan. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati