Netral English Netral Mandarin
09:34wib
Pemerintah akan mengubah tata laksana penggunaan obat untuk para pasien Covid-19 guna mengantisipasi virus corona varian Delta berdasarkan usulan lima organisasi profesi kedokteran. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah kabupaten/kota tertentu mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
Depok Heboh! Dah Tahu Positif Covid-19 Malah Gelar Hajatan, Eko Kuntadhi: Dikira Positif Hamil Kali ya

Selasa, 22-Juni-2021 10:45

Ilustrasi penanganan pasien corona
Foto : Voa Indonesia
Ilustrasi penanganan pasien corona
6

DEPOK, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi menyindir warega Depok yang bikin heboh karena positif Covid-19 malah bikin hajatan. 

“Aoalaa Depok! Positif kok, hajatan. Dikira positif hamil kali ya, pake menggelar hajatan,” cuit Eko Kuntadhi, Selasa 22 Juni 2021.

Untuk diketahui, warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, diketahui tidak melakukan isolasi mandiri dan malah bersosialisasi dengan warga lain di luar rumah. 

Sementara puluhan warga di lingkungan RW itu terinfeksi positif virus corona.

Ketua RT 2 RW 4 Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cilodong, Depok, Tuwin saat dihubungi di Jakarta, Senin (21/6), membenarkan bahwa ada warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 sejak tanggal 14 Juni 2021, namun baru melapor pada hari ini. 

Bahkan, Tuwin mengatakan, warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut sempat menyelenggarakan hajatan pernikahan di lingkungan pemukimannya.

"Saya juga bingung, kemarin katanya habis diuap di RSHGA, kok tetap hajatan," kata Tuwin dan menyebutkan tidak mengetahui alasan warga tersebut tidak melaporkan dirinya telah terkonfirmasi positif Covid-19.

Warga tersebut diketahui merasakan gejala sejak 5 Juni, kemudian diambil spesimennya oleh RS Hasanah Graha Afiah (HGA) pada 12 Juni. Kemudian, RS HGA mengeluarkan hasil tes konfirmasi positif Covid-19 pada 14 Juni 2021.

Padahal warga tersebut diketahui menyelenggarakan acara pernikahan pada 12 Juni 2021 di lingkungan rumah. Terhitung sudah tujuh hari warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut tidak melakukan isolasi mandiri dan bersosialisasi seperti biasa, atau 16 hari setelah munculnya gejala.

Tuwin mengatakan, di wilayah RT-nya diketahui sedikitnya empat orang positif Covid-19. Sementara di lingkungan RW 3 yang membawahi enam RT setidaknya lebih dari 30 orang positif Covid-19, satu orang di antaranya meninggal dunia.

Dia mengaku telah melaporkan kasus Covid-19 ke puskesmas terdekat untuk diambil tindakan selanjutnya. Namun, hingga kini belum ada langkah yang diambil oleh Dinas Kesehatan Depok untuk menyetop penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan tersebut.

"Pak RW bilang katanya sudah lapor ke kelurahan, supaya diteruskan ke Kantor Wali Kota, tapi belum ada tindakan," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengatakan, akan segera menindaklanjuti laporan kasus Covid-19 yang warganya tidak isolasi mandiri di Kelurahan Sukamaju. 

"Baik," kata Novarita seperti dilansir Republika. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli