Netral English Netral Mandarin
19:33wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Desa Wisata Anda Bisa Terkenal, Ikuti Cara Ini

Rabu, 28-Juli-2021 04:00

Platform Digital Kembangkan Desa Wisata
Foto : Kemenparekraf
Platform Digital Kembangkan Desa Wisata
28

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong agar pengelola desa wisata di seluruh Indonesia agar benar-benar dapat memanfaatkan secara maksimal platform digital, termasuk sosial media dengan membuat konten-konten kreatif dalam bingkai strategi digital marketing.

Dengan begitu dapat terwujud desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat. Membangun motivasi bagi pengembangan desa dan menjadi penggerak ekonomi tingkat desa melalui desa wisata.

"Saya melihat bahwa tren ke depan akan sangat bergantung kepada kecepatan kita meningkatkan keterampilan. Yakni pengelola desa wisata untuk bisa masuk ke dalam ekonomi digital dan ekonomi berbasis kreatif serta bagaimana mengelola daya tarik wisata untuk disebarluaskan melalui platform digital. Jadi ini merupakan keniscayaan," kata Menparekraf Sandiaga Uno, Selasa (27/7/2021).

Karenanya, ajang ADWI 2021 yang digelar Kemenparekraf/Baparekraf turut memasukkan konten kreatif sebagai salah satu dari tujuh kategori yang dilombakan. Selain homestay, toilet, suvenir, digital, CHSE, dan daya tarik wisata.

Melalui bimbingan teknis dan workshop online yang kali ini diikuti lebih dari 300 pengelola desa wisata di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat ini, diharapkan para peserta dapat mendapat pemahaman yang lebih terkait hal tersebut.

"Seperti pemahaman tentang SEO (_search engine optimization_) yang menjadi sangat penting. Karena setiap individu ketika masuk ke digital berawal dari _search_ dan angkanya mencapai 80 persen. Karena itu kita harus bisa mendorong adanya pemahaman SEO bagi pengelola desa wisata," kata Sandiaga.

Kemenparekraf dikatakannya akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan bagi pengelola desa wisata secara berkala. Tidak hanya di dalam ajang ADWI, tapi secara simultan melalui berbagai program kedeputian yang ada di Kemenparekraf/Baparekraf.

"Kita akan terus jalankan program pendampingan agar terwujud desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat. Bukan Indonesia membangun desa, tapi bagaimana desa membangun Indonesia," ujar Sandiaga.

Menparekraf berpesan untuk menjaga semangat tersebut, dan terus memberikan motivasi kepada masyarakat agar lebih kreatif, aktif, dalam mempromosikan desa wisatanya.

Khusus desa wisata yang ada di wilayah IV, Menparekraf berpesan agar dapat memaksimalkan potensi wisatawan yang ada. Menurutnya, Jabodetabek adalah pasar terbesar atau sekitar 35 hingga 40 juta wisatawan berasal dari daerah ini.

"Mereka (pemda dan pengelola desa wisata) harus dapat menghadirkan wisata dengan konsep localize, personalize, customized, and smaller in size. Karena kalau tidak akan sayang, dalam 1 jam wisatawan bisa menuju ke desa wisata dengan menggunakan mobil atau kapal ke Pulau Seribu," kata Sandiaga. 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati