Netral English Netral Mandarin
14:46wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Pendukung Ngamuk Desak HRS Dibebaskan, Mobil dan Kantor Kejaksaan Dirusak, Netizen: Murid Mengikuti Gurunya

Senin, 12-Juli-2021 19:13

Habib Rizieq Shihab
Foto : Jawa Pos
Habib Rizieq Shihab
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aksi pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) di Tasikmaya yang mendesak agar HRS dibebaskan ramai menjadi sorotan warganet. 

Dalam aksi itu, sejumlah mobil dan fasilitas kantor kejaksaan hancur dan rusak terutama di bagian yang berbahan kaca karena dilempari batu. 

Di AKun FB Mak Lambe Turah, Senin 12 Juli 2021, banyak kecaman netizen ditujukan terhadap aksi tersebut. 

MLT: “Pendukung sama dengan yang didukung.... kata mutiara si abud dulu...”

Milani Lubis Real: “Tangkep!!”

Sutrisno Susilo: “Mau nya apa sih.”

Anam Banthenx: “Pol nggak berani sama masanya rezek.”

 Yuwono: “Murid mengikuti kata gurunya.”

Satria Kaduagung: “Tangkap negara jangan klah sama preman.”

Lintang Abdi: “Gerombolan bikin onar , ngamuk2 ke polisi. Ntar motor hilang lapor ke polisi??”

Sebelumnya diberitakan, susasana di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya memanas, Senin (12/7/2021). Massa pendukung Habib Rizieq Shihab mencoba membobol pintu gerbang kantor kejaksaan dan melempari mobil polisi dengan batu.

Insiden ini berawal dari aksi yang digelar pendukung Habib Rizieq Shihab di depan kantor kejaksaan tersebut.

Mereka meminta kepada pihak Kejari Kabupaten Tasikmalaya untuk berstatetmen meminta Habib Rizieq Shihab dibebaskan dari semua tuntutan.

Aksi unjuk rasa yang dikawal aparat Kepolisian dari Polres Tasikmalaya ini awalnya berjalan lancar. Pengunjuk rasa menyuarakan beberapa aspirasinya termasuk meminta kepada Kejari Kabupaten Tasikmalaya untuk bersuara, mendorong pembebasan Habib Rizieq.

Namun, permintaan itu tidak mendapatkan respons positif dari pihak Kejari Kabupaten Tasikmalaya.

Akhirnya, massa mencoba masuk ke kantor Kejari dengan membobol pintu pagar yang dikunci. Emosi pengunjuk rasa semakin memuncak hingga akhirnya pengunjuk rasa melempari kantor Kejaksaan dengan batu.

Selain merusak kaca kantor, mobil kepolisian Polres Tasikmalaya pun rusak di bagian kaca karena lemparan batu tersebur.

Kepala Kejari Kabupaten Tasikmalaya M. Syarif mengatakan, aksi anarkis massa berawal saat ia diminta memberikan sikap atas penetapan HRS yang divonis 4 tahun penjara.

Namun, kata Syarif, Ia menolak karena kasus tersebut bukan kewenangannya.

"Saya diminta memberikan pernyataan, saya tolak. Kalaupun minta dibebaskan, ya ke pengadilan. Sudah bukan kewenangan kita lagi," ucap Syarif.

Saat massa aksi melempar batu ke arah kantornya, lanjut Syarif, ia langsung masuk ke dalam ruangan. Setelah situasi reda, diketahui ada tiga mobil polisi yang rusak dan beberapa fasilitas kantor kejaksaan yang rusak.

"Begitu saya menolak memberikan pernyataan, tidak lama langsung ada lemparan dari arah luas. Saya masuk dan situasi sudah anarkis," ujar Syarif dinukil Suara.com. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi