Netral English Netral Mandarin
06:55 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Mantap! Sekarang Singkawang Punya Destinasi Wisata Mangrove Berkelas

Jumat, 01-January-2021 12:20

Destinasi Wisata Mangrove Berkelas Kini Hadir di Singkawang
Foto : Istimewa
Destinasi Wisata Mangrove Berkelas Kini Hadir di Singkawang
10

SINGKAWANG, NETRALNEWS.COM– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) meresmikan Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP) di Desa Setapuk Besar, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie didampingi oleh Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Getreda M. Hehanussa, dan Ketua DPRP Kota Singkawang, Sujiyanto, dalam siaran persnya, Jumat, (1/1/2021).

Secara terpisah, Plt. Dirjen PRL TB Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe menyampaikan pembangunan PRPEP bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam rehabilitasi ekosistem pesisir, khususnya ekosistem mangrove.



"Tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium alam, PRPEP diharapkan juga dapat berkembang menjadi destinasi wisata masyarakat ataupun wisata ilmiah bagi masyarakat di sini dan sekitarnya," ujar Tebe di Jakarta.

Sementara itu, Kepala BPSPL Pontianak Getreda menjelaskan pembangunan PRPEP yang mencapai 1 M melibatkan kelompok masyarakat Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri yang telah lama berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove di Desa Setapuk Besar, Singkawang.

“Infrastruktur yang dibangun dengan menyerap kurang lebih 34 tenaga kerja dan 1.535 Hari Orang Kerja (HOK) ini meliputi gerbang/gapura, tracking mangrove sepanjang 255,5 meter, spot selfie/swafoto, gazebo sentra kuliner yang dilengkapi dengan wastafel untuk cuci tangan dan toilet, pemasangan lantai papan tower, dan tempat sampah,” jelas Getreda.

Di kesempatan yang sama, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie dalam sambutannya  secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan atas pembangunan fasilitas ini.

“Semoga ini bisa berkelanjutan dan Pemerintah Kota Singkawang bersama KKP bisa lebih bersinergi untuk membangun ekosistem pesisir yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya juga menghimbau agar kita dapat memanfaatkan dan bersama-sama menjaga _tracking mangrove_ ini dengan sebaik mungkin,” imbuhnya.

Senada dengan Walikota Singkawang, Ketua Kelompok Masyarakat Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri, Jumadi turut mengungkapkan terima kasih kepada KKP atas pembangunan PRPEP di desanya. Menurutnya banyak sekali manfaat yang diperoleh atas pembangunan PRPEP ini.

"Dari catatan kami selama 7 hari setelah selesai pembangunan, kurang lebih sebanyak 10.000 orang wisatawan yang telah berkunjung. Pemasukan yang kami peroleh cukup banyak dari tarif parkir kendaraan,” ujar Jumadi

Peresmian PERP ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Singkawang, Komisi II DPRD Kota Singkawang, Kepala Balai KIPM Entikong, Kepala SKIPM Pontianak, Kepala PPN Pemangkat, Camat Singkawang Utara, dan Lurah Setapuk Besar.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani