Netral English Netral Mandarin
15:23wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
Devisa Negara dari Pariwisata Menurun, Ini Strategi Sandiaga Pulihkan Industri

Selasa, 28-September-2021 12:15

Devisa negara menurun saat pandemi.
Foto : Kemenparekraf
Devisa negara menurun saat pandemi.
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Devisa pariwisata yang dihasilkan selama tahun 2020 juga menurun sebesar 79,15 persen, jika dibandingkan dengan tahun 2019 yaitu sebesar 16,9 miliar dolar AS.

Bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021 untuk membahas strategi percepatan pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam akibat pandemi. Di tahun 2020, kunjungan wisatawan mancanegara turun hampir 75 persen. Devisa pariwisata yang dihasilkan selama tahun 2020 juga menurun sebesar 79,15 persen, jika dibandingkan dengan tahun 2019 yaitu sebesar 16,9 miliar dolar AS.

“Yang tadinya devisa pariwisata ada di posisi dua setelah minyak dan gas bumi, sekarang hanya 3,54 miliar dolar AS atau kurang lebih turun 80 persen. Ini yang disebut sebagai penuruan yang sangat fenomenal dan membutuhkan resiliensi dan kebijakan yang sangat tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Menparekraf, Senin, (27/9/2021).

Oleh karena itu, Menparekraf Sandiaga menargetkan di tahun 2022 nilai devisa pariwisata dan kontribusi PDB pariwisata harus lebih ditingkatkan, nilai ekspor produk ekonomi kreatif juga ditargetkan sebesar Rp16,83 triliun, karena Indonesia menduduki peringkat ke tiga dunia setelah Amerika dengan Hollywood dan Korea Selatan dengan K-Pop.  Selain itu, target dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara, serta serapan tenaga kerja parekraf juga diharapkan dapat kembali tumbuh seiring dengan upaya untuk mereaktivasi pariwisata tanah air.

“Mudah-mudahan kita bisa memberikan signal confidence, sehingga bulan-bulan selanjutnya Bali bisa dibuka kembali dan mampu menggerakkan wisatawan nusantara yang menjadi andalan kita. Sehingga total 34 juta ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kita capai,” kata Sandiaga.

Akselerasi program vaksinasi dan sertifikasi InDOnesia Care juga terus Kemenparekraf masifkan. Kemudian, program Kemenparekraf lainnya seperti Bantuan Insentif Pemerintah, Apresiasi Kreasi Indonesia, Desa Wisata, Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa), harus dimanfaatkan dengan maksimal, sehingga peluang usaha dan penciptaan lapangan kerja terbuka seluas-luasnya.

Dalam mencapai target yang diinginkan, implementasi dari tiga pilar utama Kemenparekraf harus digalakkan, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Inovasi dengan menghadirkan produk yang berkualitas dan berdaya saing. Adaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Serta kolaborasi dengan seluruh unsur pentahelix dan stakeholders lainnya, karena di tengah pandemi dan tantangan ekonomi kita tidak lagi berkompetisi, melainkan gerak bersama agar bisa menggarap seluruh potensi untuk mencetak peluang.

“Tentunya inilah semangat kita bersama dan mudah-mudahan dengan Rakornas ini kita bersatu padu untuk memperluas daya tahan kita, daya saing dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya,” ujarnya.

Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021 turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binar Pandjaitan; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto; Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo; Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar; Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono; Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga; Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif; Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong; dan seluruh peserta.

Pada kesempatan itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan pihaknya akan siap untuk mendukung penuh pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan agar dapat kembali bangkit.

Penyiapan lima destinasi super prioritas ini tentu tidak hanya dilakukan oleh Kemenparekraf, melainkan kolaborasi dengan kementerian/lembaga serta stakeholders terkait, karena anggaran untuk pemulihan pariwisata tidak semuanya dialokasikan ke Kemenparekraf. Seperti, membangun akses jalan, yang anggarannya masuk ke KemenPUPR, merevitalisasi destinasi wisata bersejarah seperti Borobudur anggarannya masuk ke Kemendikbudristek.

Menkeu Sri Mulyani juga mengatakan ada anggaran yang dicanangkan sebesar Rp9,2 triliun untuk tahun 2022, yang terdiri dari alokasi belanja pemerintah pusat Rp6,5 triliun dan Rp2,8 triliun melalui transfer ke daerah.

“Diharapkan nantinya akan dapat mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif dari tiga aspek, yaitu aksesibilitas, atraksi, dan amenitas, serta dari sisi 2P yaitu promosi dan partisipasi pelaku swasta. Kita tentu juga ingat Presiden mengharapkan destinasi pariwisata yang prioritas harus betul-betul siap. Jadi pembangunan lima destinasi super prioritas diharapkan telah betul-betul memenuhi level kesiapan,” katanya.

MoU dengan BMKG dan Basarnas

Dalam kesempatan itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan SAR Nasional (Basarnas), sebagai upaya untuk meningkatkan pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif serta berkaitan dengan penyelenggaraan pencarian dan pertolongan bagi pengembangan kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan secara hybrid oleh Menparekraf Sandiaga Uno dengan Kepala BMKG, Dwikornita Karnawati dan Kepala Basarnas, Henri Alfiandi. 

“Saya yakin kerja sama ini memegang andil yang sangat penting untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan kepariwisataan dan ekonomi kreatif di Indonesia. Dan semoga kerja sama kami dengan BMKG dan Basarnas dapat terus terjalin dengan baik, sehingga kita bisa mencapai kepulihan kita,” kata Sandiaga.

Sementara Kepala BMKG, Dwikornita Karnawati berharap kerja sama ini dapat memperkokoh pariwisata Indonesia agar lebih tangguh dan tumbuh.

Kepala Basarnas, Henri Alfiandi, juga berharap nota kesepahaman yang terjalin ini dapat memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain itu, pada Minggu (26/9/2021) Kemenparekraf melalui Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan Pelanggaran Kekayaan Intelektual Produk Ekraf, Ari Juliano, turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Tokopedia dengan IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) yang digelar secara daring.

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sulha Handayani