Netral English Netral Mandarin
10:18 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Dukung Gibran di Kasus Bansos, Dewi: KPK Jangan Terima Orderan Kasus, Kalo Ada Bukti Panggil Gibran

Rabu, 23-December-2020 16:00

Politisi Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi Dewi Tanjung
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi PDIP Dewi Tanjung memberikan dukunga untuk Gibran Rakabuming Raka, Putra Presiden Joko Widodo yang saat ini terseret kasus Bantuan Sosial di Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut Dewi, dirinya mempersilahkan KPK untuk memanggil Gibran, asalkan punya bukti dan saksi.

Namun ia memperingatkan KPK, jangan jadi penegak hukum yang terima orderan kasus karena ia meneggarai bahwa terseretnya Gibran akibat permainan busuk para politisi tua.

“Nyai Ngga Bela Anak Jokowi yg katanya terseret kasus Bansos



Kalo memang ada Bukti & saksi silakan KPK panggil Gibran benar tidak dia terlibat.l

KPK jng terima orderan kasus apalagi saat ini Gibran Nyalon walikota solo dan menang.

Ada permainan busuk para Politisi tua,” tulis Dewi Tanjung di akun Twitternya, Rabu (23/12/2020).

Nama putra sulung Presiden Joko Widodo ikut disebut-sebut dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial. Gibran yang juga calon Wali Kota Solo dikabarkan merekomendasikan pembuatan tas untuk bansos ke PT Sri Rejeki Isman, Tbk (Sritex).

Atas isu tersebut, Gibran membantah dengan keras. Gibran mengakui dirinya memang mengenal mantan Mensos, Juliari Batubara. Namun dia menegaskan tidak pernah bertemu Juliari yang kini menjadi tersangka KPK "Kenal sih kenal, tapi belum pernah ketemu sekali pun," ucap Gibran seusai memberikan bantuan gizi di Banyuagung, Kadipiro, Solo, seperti dikutip dari Tribun Solo, Senin (21/12/2020).

Selain itu, Gibran mempersilakan untuk mengecek kebenaran informasi ke KPK dan Sritex. "Silakan cek ke Sritex, cek ke KPK. Kalau ada buktinya sini dibuktikan. Tidak ada yang seperti itu," tegas dia.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati