Netral English Netral Mandarin
09:23 wib
Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak perempat final Toyota Thailand Open 2021 yang akan berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (22/1). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.
Dewi Tanjung Sebut KPK Adalah Komisi Perlindungan Kadrun, Ini Alasannya

Jumat, 27-November-2020 13:23

Politisi Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi Dewi Tanjung
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PDIP Dewi Tanjung menyebut KPK merupakan singkatan dari Komisi Perlindungan Kadrun. Menurutnya, KPK lemah, buta, dan tuli akan kasus di depan matanya.

Dewi sebut, ada dugaan anggaran siluman di Pemprov DKI dan Kasus Formula E. Kasus tersebut menyeret nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mereka yang ada di Balaikota.

"KPK (Komisi Perlindungan Kadrun)



Faktanya KPK Lemah dan Buta tuli akan kasus di depan matanya," kata Dewi, dikutip dari cuitannya, Jumat (27/11/2010).

Sebelnya Dewi juga sempat mengatakan, Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bekerja hanya dengan satu mata. 

Pernyataan itu Dewi lontarkan sebagai sebuah sindiran, bukan hanya karena mata Novel pernah alami kecelakaan dan menjadi korban penyiraman air keras.

Dewi kecewa, kasus Anies terkait anggaran siluman dan Formula E tak tampak di mata Novel.

Lebih lanjut Dewi menilai, Novel tidak melakukan penindakan demi mendukung ambisi saudaranya, Anies. Dewi lantas cap Novel sebagai Penyidik KPK yang bekerja dengan tidak profesional.

"Adanya Dugaan Anggaran siluman di Pemprov DKI dan Kasus Formula E yg mana itu menyeret Gubernur seiman Anis Baswedan dan kelompoknya yg bercokol di Balaikota," ujar Dewi.

Reporter : Martina
Editor : Nazar