Netral English Netral Mandarin
04:35wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Di HUT RI, 2.491 Napi Dapat Remisi Umum Langsung Bebas

Rabu, 18-Agustus-2021 06:00

Ribuan Napi Dapat Remisi Kemerdekaan
Foto : Istimewa
Ribuan Napi Dapat Remisi Kemerdekaan
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan remisi kepada 134.430 narapidana (Napi) di seluruh Indonesia.

Remisi diberikan dalam rangka peringatan HUT RI Ke-76.

"Remisi merupakan wujud apresiasi terhadap pencapaian perbaikan diri yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari narapidana. Jika mereka tidak berperilaku baik, maka hak Remisi tidak akan diberikan," kata Dirjen Pas Reynhard Silitonga melalui keterangan tertulis, Selasa (17/8/202).

Napi yang menerima remisi mendapat besaran remisi yang bervariasi.

Dari 134.430 Napi yang mendapat remisi, 2.491 orang di antaranya dinyatakan bebas karena menerima Remisi Umum (RU) II, dan sisanya, 131.939 orang, mendapat pengurangan masa hukuman (RU I) yang besarannya bervariasi antarav1 hingga 6 bulan.

Remisi diberikan kepada Napi yang memenuhi persyaratan administratif dan substantif, seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada Register F, dan aktif mengikuti program pembinaan di Lapas, Rutan, atau LPKA.

Syarat itu sesuai UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP, Perubahan Pertama PP No. 28 Tahun 2006, Perubahan Kedua PP Nomor 99 Tahun 2012, Keputusan Presiden RI No. 174 /1999, serta Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. 3 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi kepada WBP.

Reynhard menjelaskan, pemberian remisi umum berkontribusi pada penghematan pengeluaran negara, karena memangkas anggaran makan Napi hingga lebih dari Rp 205 miliar.

“Pemberian Remisi bukan sekadar reward kepada narapidana yang berkelakuan baik serta memenuhi persyaratan administratif dan substantif, namun juga anggaran negara yang dihemat dengan berkurangnya masa pidana narapidana,” kata dia. 

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani