Netral English Netral Mandarin
02:41wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Di Islam, Kadrun Itu Minoritas, Brisik Kayak Tas Kresek, Denny: Jadi Jangan Liat Islam dari Wajah Kadrun, Wajah Mereka Penyok

Jumat, 27-Agustus-2021 09:25

Denny Siregar dan Baliho HRS
Foto : Istimewa
Denny Siregar dan Baliho HRS
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar mengingatkan bahwa Islam tidak sama dengan “kadrun” dan kadrun itu minoritas. Yang mayoritas itu NU, Muhammadiyah yang adem dan toleran. 

“Kadrun itu dalam Islam dia minoritas. Cuman teriakannya doang yg gede, berisik kayak kantong kresek. Yang mayoritas itu warga NU dan Muhammadiyah. Mereka adem, diam dan toleran,” kata Denny, Jumat 27 Agustus 2021.

“Jadi jangan liat Islam dr wajah kadrun. Wajah mrk penyok,” imbuhnya.

Pernyataan itu disampaikan usai menanggapi soal mayoritas dan minoritas terkait penindakan terhadap penista agama.

"Gua itu ampe sekarang risih dengar org ngomong, "Enak lu mayo, gua ini mino.." Spt ada nada kalah dalam dirinya. Kalah karena dia sendiri sdh batasi dirinya dgn konsep mayo mino. Spt org yg batasi dirinya dgn konsep kaya miskin. Untung teman2 gua gak spt itu. Kami Indonesia.." kata Denny Siregar.

PA 212 Tanggapi Yayah Waloni Ditangkap

Sementara itu secara terpisah diberitakan, Ustadz Yahya Waloni ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber atau Dit Tipidsiber Bareskrim Polri terkait dugaan ujaran kebencian berdasar SARA atau penistaan agama Kristen, Kamis (26/8/2021). Terkait penangkapan itu, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif turut berkomentar.

Slamet menyatakan, pihaknya menghormati proses hukum terhadap Yahya Waloni dalam kasus tersebut. Menurutnya, hal itu jadi pelajaran ke depan terutama dalam beragama.

"Kami menghormati proses hukum yang berjalan, semoga jadi pelajaran buat anak bangsa. Sekali lagi siapapun tidak boleh menistakan agama apa saja," kata Slamet kepada Suara.com, Kamis (26/8/2021).

Slamet menegaskan, ia dan pihaknya bakal mengawal proses hukum baik terhadap Yahya Waloni maupun terhadap Youtuber Muhammad Kece yang juga ditangkap terkait kasus dugaam penistaan agama.

Menurutnya, harus ada perlakuan yang sama antara Yahya Waloni dengan Muhammad Kece. Ia menekankan agar aparat kepolisian tak pilih kasih.

"Kami akan kawal proses hukum dan proses penyidikan serta perlakuannya antara M kece dan ustadz Waloni, hukum harus sama, keadilan harus ada untuk semua tidak boleh ada pilih kasih hukum dan perlakuan," tuturnya.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber atau Dit Tipidsiber Bareskrim Polri menangkap pendakwah kontroversial, Ustadz Yahya Waloni. Dia ditangkap atas kasus dugaan ujaran kebencian berdasar SARA atau penistaan terhadap agama Kristen.

"Terkait kasus ujaran kebencian berdasarkan SARA," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, saat dikonfirmasi, Kamis (26/8/2021).

Yahya Waloni ditangkap oleh penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri sore tadi. Dia ditangkap di kediamannya yang berlokasi di Cibubur, Jakarta Timur.

Penangkapan terhadap Yahya Waloni ialah tindak lanjut dari laporan Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme. Mereka melaporkan Yahya Waloni ke Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa, 27 Apri 2021 lalu.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Irawan HP