Netral English Netral Mandarin
19:39wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Di Sini Sampah Plastik Disulap jadi Barang Berharga

Jumat, 10-September-2021 20:30

Sampah plastik didaur ulang untuk produk elektronik.
Foto : LG Electronics
Sampah plastik didaur ulang untuk produk elektronik.
22

SEOUL, NETRALNEWS.COM -   Sebuah perusahaan elektronik dari Korea LG Electronics, mengumumkan komitmennya untuk menggunakan hampir 600.000 ton plastik daur ulang pada tahun 2030 sebagai kontribusi perusahaan dalam upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Hal ini sekaligus menjadi inisiatif perusahaan tersebut yang lebih besar untuk menciptakan ekosistem pengambilan kembali limbah elektronik dan peningkatan penggunaan bahan daur ulang post-consumer recycled (PCR) terkait perangkat elektronik rumah tangganya. 

Dengan komitmen barunya ini, akan melakukan lompatan besar pada penggunaan plastik daur ulang. Beriringan dengannya, pengambilan kembali limbah elektronik dari konsumen juga akan meningkat signifikan dalam kurun sepuluh tahun ke depan. 

Terkait dengan penggunaan plastik daur ulang, perusahaan ini tercatat telah menggunakan sekitar 20,000 ton plastic daur ulang dalam produknya sepanjang tahun 2020. Dengan komitmen baru ini, perusahaan menetapkan rencana peningkatan hingga lebih dari sepuluh kali lipat pada tahun 2025. 

Dalam siaran persnya, Jumat, (10/9/2021), disebutkan pemanfaatan plastik daur ulang hingga saat ini digunakan untuk bagian dalam TV, monitor PC, speaker, mesin cuci, kulkas dan AC. Demi mendukung rencana besarnya, perusahaan akan memperluas penggunaan plastik daur ulang ke bagian luar produk. Mengimbanginya, peruahaan ini juga dikatakan akan mengurangi penggunaan plastik murni di seluruh operasinya. 

Tahun ini, 18 model TV OLED akan diproduksi menggunakan plastik yang lebih sedikit, meningkat dari 14 model pada tahun 2020, dengan pengurangan hingga 10.000 ton plastik. 

Beriringan dengan upaya tersebut,  pihak perusahaan juga meningkatkan jumlah target pengambilan kembali limbah elektronik dari produk pasca penggunaan oleh konsumen.  Dari yang angkanya pada tahun 2006 sebesar 4,5 juta ton menjadi lebih dari 8 juta ton pada tahun 2030. Selain itu, di sini menerapkan inisiatif mengambil kembali dan mendaur ulang sampah elektronik di 52 negara. 

Di Korea Selatan, Pusat Daur Ulang Chilseo, yang dibuka pada tahun 2001, tidak hanya mengambil kembali limbah elektronik tetapi juga memproduksi komponen baru dari plastik daur ulang. Sekaligus juga mengirimkan suku cadang tersebut ke pabrik perangkat elektronik rumah tangga terdekat untuk digunakan dalam produk baru seperti lemari es. 

Lebih lanjut LG menyatakan akan memfokuskan upayanya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di seluruh siklus hidup produk. Hal ini mencakup produksi, transportasi, penggunaan hingga pembuangan. Sebagai komponen kunci tujuan pengelolaan berkelanjutannya ini, perusahaan induk ini telah menandatangani perjanjian dengan Kementrian Lingkungan Korea Selatan dan kelompok masyarakat lokal pada bulan Juni. 

Perjanjian ini terkait kesepakatan untuk menerapkan manajemen bebas plastik pada pusat penelitian dan pengembangannya.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati