Netral English Netral Mandarin
03:59wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Lagi-Lagi! Di Tengah Pandemi, Seruan Ustaz Waloni Bikin Geger, Warganet Desak Polisi Segera Ciduk!

Jumat, 16-Juli-2021 12:05

Ustaz Yahya Waloni
Foto : Istimewa
Ustaz Yahya Waloni
39

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Banyak warganet mendesak agar Ustaz Yahya Waloni segera diciduk mengingat seruannya yang terkini bisa menimbulkan dampak buruk di tengah negara sedang dilanda pandemi Covid-19. 

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi dan netizen lainnya menyerukan hal itu.

“Ngeri  @DivHumas_Polri, @BNPTRI,” cuit Eko Kuntadhi, Kamis malam 15 Juli 2021.

@daunsirih5: “Tolong  @DivHumas_Polri, @CCICPolri, @Kepolisian_RI. Berkenan menjelaskan kepada kami semua, apa yg menjadi alasan manusia ini dibiarkan berkeliaran bebas sampai dgn detik ini? Negara tidak boleh kalah, apapun alasannya, bukti2 pidana berkeliaran di dunia digitl, kurang apa lagi?”

@ParthaSaderi: “Sampah Yahya Waloni lama² jadi ngelunjak.. Kapan Dikerangkeng Sampah peradaban ini Pak Polisi?? Cc @DivHumas_Polri.”

@Ranggadly: “Ini manusia tidak beradab di Negeri ini menimbulkan gaduh di tengah pandemi..!!”

Untuk diketahui,  provokasi berbau SARA dan penentangan kepada pemerintah diucapkan oleh penceramah Yahya Waloni yang menanggapi kebijakan pemerintah mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Yahya Waloni menyebut PPKM Darurat ini strategi Komunis dan dia juga menyerukan masyarakat untuk tidak taat kepada perintah orang kafir.

Yahya Waloni berpendapat bahwa kebijakan itu sangat melukai serta mencederai umat Islam mengingat pada hari besar Islam Idul Adha akan diberlakukan PPKM.

Mari rapatkan barisan kita bela agama ini. Dunia tak akan selamatkan kita, hanya iman dan amal soleh yang selamatkan kita. Ingat, jangan kamu taat pada perintah-perintah orang kafir.

“Kita semua tahu tanggal 20 Juli adalah pelaksanaan hari besar Islam, untuk peringati hari raya kurban Idul Adha”, kata Yahya Waloni, dalam akun Youtube Syiar Dakwah Rabu 15 Juli 2021.

Menurutnya, pemerintah seperti sengaja mengkambinghitamkan Covid-19 setiap kali hari besar umat Islam.

Penceramah mualaf itu lantas mencurigai kebijakan PPKM Darurat merupakan strategi Komunis untuk mengukur persatuan dan kesatuan Umat Islam.

“Ini mengapa tiap pelaksanaaan besar Islam selalu dikopat-kopitkan,” tuturnya.

Ia pun menilai kebijakan PPKM Darurat ini hanya senjata politik belaka.

“PPKM Jawa-Bali ini cuma senjata politik, kalau kita lihat dari analisis politik, penduduk terbesar Indonesia itu di Pulau Jawa. Dan umat Islam juga besar di Jawa,” jelasnya.

“Nah, jangan sampai mereka bisa mengukur kekuatan muslim di RI. Sebab kalau Pulau Jawa dan Bali sudah bisa dipetakan, maka Insya Allah akan mudah bagi mereka menguasai Indonesia”, sambungnya.

“Apakah kalian berdiam diri lihat agama kalian diganggu? Kata Buya Hamka, barang siapa berdiam diri agamanya diganggu gantilah pakaianmu dengan kain kafan, lebih baik mati saja”, tuturnya.

“Mari rapatkan barisan kita bela agama ini. Dunia tak akan selamatkan kita, hanya iman dan amal soleh yang selamatkan kita. Ingat, jangan kamu taat pada perintah-perintah orang kafir”, pesannya. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati