Netral English Netral Mandarin
17:57wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Diagungkan Meski PBB Sebut Taliban Teroris, Mustofa: Faktanya Tetap Saja Dunia Keok!

Senin, 23-Agustus-2021 17:26

Politikus Partai Umat, Mustofa Nahrawardaya
Foto : Istimewa
Politikus Partai Umat, Mustofa Nahrawardaya
15

JAKARTA, NETRALNEWS.CPM - Politikus Partai Umat, Mustofa Nahrawardaya memuji Taliban dan menilai dunia tetap saja keok meski Taliban dibully.

Pernyataan ini berawal dari cuitan akun Beyond Creatie @Handoko75161314 yang mencuit: 

“Teriak sekeras apapun , tdk akan merubah persepsi dunia, taliban itu bengis... makanya PBB sebut taliban teroris.”

Adapun Cuitan Mustofa berturut-turut:

“Ribuan orang dibantai tentara Amerika di Afganistan. Tentu tak ada dokumentasinya. Tentu caranya sadis. Lalu anda memiliki satu video Taliban menembak mati satu orang. Lalu anda menyimpulkan: Terbukti Taliban Islam Garis Keras! Tanpa mau tahu motifnya,” puji Mustofa.

“Faktanya, meski dunia bergotong royong teriaki Taliban teroris selama 20 tahun. Tetap aja dunia KEOK!” tegas Mustofa.

Sementara secara terpisah sebelumnya diberitakan, berdasarkan sumber-sumber di militer, diketahui kalau Taliban kini telah mendapatkan perangkat Handheld Interagency Identity Detection Equipment (HIIDE) milik Amerika Serikat (AS). Perangkat ini berisi informasi warga Afghanistan yang bekerjasama dengan AS.

Sebelumnya, penyimpanan data biometrik raksasa yang dikumpulkan oleh militer AS dan pemerintah Afghanistan dikhawatirkan menimbulkan risiko bagi mereka yang menghadapi pembalasan.

Brian Dooley, penasihat senior kelompok aktivis Human Rights First, mengatakan bahwa Taliban telah mendapatkan perangkat ini untuk mendapatkan sejumlah besar data biometrik warga Afghanistan.

Pada hari Selasa, situs berita Intercept mengatakan sumber-sumber militer telah mengatakan bahwa beberapa perangkat HIIDE telah jatuh ke tangan Taliban. Sementara Reuters melaporkan seorang penduduk Kabul mengatakan bahwa Taliban sedang melakukan inspeksi dari rumah ke rumah menggunakan "mesin biometrik".

Seorang pejabat Afghanistan mengatakan kepada NewScientist bahwa infrastruktur biometrik sekarang berada di tangan Taliban.

Taliban Kuasai Mesin Biometrik, Simpatisan AS di Afghanistan Kini Terancam

Mr Kiernan, anggota think-tank AS Proyek Keamanan Nasional Truman, mengatakan kemungkinan Taliban memiliki akses ke beberapa data biometrik koalisi sangat besar. Tetapi tidak yakin apakah mereka akan memiliki pengetahuan teknis untuk mengeksploitasi perangkat biometrik itu.

Jurnalis dan penulis Annie Jacobsen, yang telah meneliti biometrik militer mengatakan, tidak mungkin Taliban dapat mengakses sejumlah besar data yang dikumpulkan oleh koalisi, bahkan jika memiliki mesin HIIDE. Karena data dari perangkat HIIDE tidak disimpan di Afghanistan, tetapi di Sistem Identifikasi Biometrik Otomatis Pentagon yang memiliki sistem keamanana berlapis dan sulit ditembus.

Sebelum jatuh ke Taliban , Pemerintah Afghanistan juga telah menggunakan biometrik untuk mengumpulkan data warganya. Otoritas Informasi dan Statistik Nasional Afghanistan telah memproses lebih dari enam juta aplikasi untuk kartu identitas biometrik e-Tazkira, yang mencakup sidik jari, pemindaian iris mata, dan foto.

Biometrik, seperti dinukil Sindownews, termasuk pengenalan wajah, juga digunakan untuk memeriksa pendaftaran pemilih pada pemilu 2019. Negara ini bahkan meluncurkan daftar bisnis dan berencana untuk mengumpulkan data biometrik dari siswa di madrasah.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli