Netral English Netral Mandarin
16:47wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Dianggap Gagal dan Memperparah Situasi Papua, Veronica Koman: Copot Mahfud MD! Netizen: Mbak, Jangan di Medsos Sarannya, Temui Jokowi kalau...

Jumat, 07-Mei-2021 13:35

Ilustrasi kondisi warga Papua di Puncak Jaya dan Veronica Koman
Foto : Kolase Netralnews
Ilustrasi kondisi warga Papua di Puncak Jaya dan Veronica Koman
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kebijakan Menkopolhukam Mahfud MD yang melabeli “teroris” kepada OPM atau KKB dianggap telah memicu eskalase kekerasan di Papua, pegiat HAM Veronica Koman mendesak agar Mahfud MD dicopot.

“Copot Menkopolhukam @mohmahfudmd karena telah mengeskalasi kekerasan di Papua dan makin melebarkan jurang antara Orang Papua dengan Jakarta. Pak Menko bukan sekadar gagal, tapi memperparah situasi!” kata Veronica melalui akun Twitternya, Jumat 7 Mei 2021.

“Belum lagi Pak  @mohmahfudmd secara langsung merestui impunitas di Papua. TGPF buatan Pak Mahfud telah rampung investigasi pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya. Aparat ditemukan sebagai pelakunya, tapi kenapa hingga sekarang belum ada yang disidang?” imbuh Veronica.

Ia juga mengunggah sejumlah foto yang menggambarkan situasi terkini warga Papua di Puncak dengan label tanggal 7 Mei 2021.

Ada tanggapan netizen bernama TanMalaka @anaktimor007 yang menyampaikan usul menarik.

“Mba @VeronicaKoman: jgn di medsos sarannya. Ketemu pak Prrsiden kalo anggap itu penting,” saran TanMalaka.

Untuk diketahui, Veronica Koman sebelumnya juga menilai bahwa pelabelan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai kelompok teroris oleh pemerintah sebenarnya telah memutus usaha penyelesaian konflik dengan cara-cara damai.

"Indonesia baru saja memutus jembatan menuju resolusi secara damai," tulis Veronica , Kamis (29/4).

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD telah menyatakan bahwa pemerintah kini resmi mengategorikan kegiatan OPM bersenjata sebagai kelompok teroris.

Dia pun langsung meminta aparat TNI-Polri menindak tegas kelompok itu. Kata dia, tak sedikit korban yang berasal dari warga sipil Papua.

"Pemerintah sudah meminta kepada Polri, TNI, BIN, dan aparat-aparat terkait itu segera melakukan tindakan secara cepat, tegas, dan terukur," kata Mahfud dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (29/4).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli