Netral English Netral Mandarin
15:16wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
Dianggap Lebih Cocok Jadi Gubernur Kabul Afganistan, Mustofa: Mau Kau Bully Sampai Kamu Tua, Anies Kagak Bakal Murtad!

Selasa, 31-Agustus-2021 14:30

Gubernur DKI, Anies Baswedan
Foto : Antara Foto
Gubernur DKI, Anies Baswedan
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya membela Anies Baswedan yang sebelumnya disebut-sebut lebih cocok menjadi gubernur di Kabul, Afganistan. 

“Percayalah, mau kaubully @aniesbaswedan sampai kamu tua nanti, saya yakin Anies kagak bakal murtad. Imannya gak goyah hanya karena kalian bully,” kata Mustofa Nahrawardaya, Selasa 31 Agustus 2021.

Sementara sebelumnya, Anies Baswedan disindir lebih cocok menjadi Gubernur Kabul, Afghanistan daripada Gubernur DKI Jakarta. Kritikan ini diungkapkan oleh Pengamat Politik dari Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute), Muhammad Mualimin.

"Anies leih cocok menjadi Gubernur di Kabul, Afghanistan ketimbang di Jakarta," kritik Mualimin seperti dikutip Terkini.id, Senin (30/8/2021).

Mualimin menyoroti polemik penolakan pembangunan Masjid At Tabayyun di Jakarta Barat. Polemik ini berawal dari pembangunan masjid yang tidak berada di lokasi semestinya.

Masjid itu rencananya akan menempati wilayah ruang terbuka hijau. Mualimin pun mengkritik Anies karena terlalu fokus membangun masjid tanpa memperhatikan fungsi taman.

Mualimin mengatakan taman itu seharusnya dipakai untuk tempat bersantai semua pemeluk agama. Apalagi, ia menilai jumlah masjid di ibu kota sudah terlalu banyak saat ini.

Ia bahkan menyebut waktu salat di masjid juga hanya diisi oleh sejumlah orang saja. Karena itu, ia berpendapat tidak bijaksana jika terus memaksa membangun masjid dengan mengorbankan ruang terbuka publik.

"Sudah terlalu banyak masjid di Jakarta, sampai-sampai waktu salat cuma terisi sebaris dua baris shaf," ujar Mualimin.

Lebih lanjut Mualimin menyebut pembangunan masjid yang dilakukan Anies adalah proyek mubazir. Ia juga mengatakan proyek itu bertentangan dengan semangat Piagam Madinah yang diajarkan Nabi Muhammad.

Atas dasar itu, Mualimin menilai Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu lebih cocok memimpin Kabul ketimbang Jakarta.

Kritikan Mualimin terhadap Anies sendiri bukan pertama kali ini terjadi. Sebelumnya, Mualimin juga melontarkan kritik keras Anies perihal memakai politik sektarian yang bertentangan dengan Pancasila.

Kala itu, banyak warga mengkritik Anies saat melakukan batu pertama pembangunan Masjid At Tabayyun di Kompleks Perumahan Taman Villa Meruya (TVM), Jakarta Barat.

Mualimin mengkritik sikap Anies yang memilih tidak menanggapi protes warga. Menurutnya, Anies sedang menyontek cara politik Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Diketahui, Presiden Erdogan selama ini kerap mengalihfungsikan tempat umum menjadi masjid. Mualimin mengingatkan Anies jika cara politik sektarian tersebut melanggar nilai-nilai Pancasila.

"Anies menyontek politik Erdogan di Turki, dimana ruang untuk umum dialihfungsikan menjadi masjid untuk muslim. Ini jelas politik sektarian yang bertentangan dengan Pancasila," pungkasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati