Netral English Netral Mandarin
19:57 wib
Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilaporkan melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Minggu (17/1) pukul 12.00 WIB bertambah 11.287. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih gelar juara turnamen Yonex Thailand Open 2021 setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah.
Dibuat Kriteria, Tak Semua Masyarakat Harus Diberi Vaksin Covid-19

Selasa, 03-November-2020 12:07

Istimewa
Foto : Ilustrasi vaksin Covid-19
Istimewa
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Bidang Penanganan Kesehatan, Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K Ginting yang juga Staf Khusus Menteri Kesehatan klaim, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak awal pandemi telah menyiapkan program vaksinasi Vaksin Covid-19. 

Alexander sebut, pada masa sebelum Pandemi Covid-19, Kemenkes juga telah memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidang imunisasi dan vaksinasi. Bisa disebut imunisasi dan vaksinasi merupakan kegiatan sehari-hari Kemenkes. 

"Kemenkes sejak awal berlangsung sudah siapkan kegiatan untuk melaksanakan persiapan, jika diperlukan vaksinasi," jelas Alexander saat pertemuan virtual, Selasa (3/11/2020).



Pernyataan itu disampaikan Alexander saat Kemenkes dan Satgas Penanganan Covid-19 lantas meluncurkan Program Penguatan Tracing di 51 Kabupaten/Kota.

Alexander mengaku, road map khusus program Vaksin Covid-19 telah disusun oleh Kemenkes. Diantaranya penentuan area atau lokasi, siapa saja yang menerima vaksin dan tidak, hingga menyiapkan infrastruktur serta alat kesehatan. 

Baginya saat ini yang menjadi persoalan, vaksin yang akan digunakan harus menunggu hasil uji klinis fase tiga. Selanjutnya ditunggu surat keputusan untuk beredarnya vaksin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kata Alexander, hal paling penting terkait Vaksin Covid-19 adalah keamanan dan imunogenisitas, artinya bisa memberi respon dan benefit. Selain itu perlu dibuat kriteria, bahwa tidak semua harus diberi Vaksin Covid-19. 

"Misalnya kalai dia pasien demam tinggi, tidak divaksin saat itu atau sedang kemo, tidak mungkin. Jadi akan dibuat kriteria dan ada yang diberi dua kali, sekali, itu akan diatur," jelas dia.

Reporter : Martina
Editor : widi