Netral English Netral Mandarin
00:56wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Dibuka Menguat, Rupiah Awal Pekan Diprediksi Bergerak Positif Ditopang Sejumlah Sentimen Ini

Senin, 02-Agustus-2021 10:31

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.
Foto : Istimewa
Ilustrasi rupiah dan dolar AS.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ini diprediksi menguat seiring kekhawatiran pasar atas meningkatnya kasus harian COVID-19 di Amerika Serikat.

Rupiah pagi ini menguat 4 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.459 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.463 per dolar AS.

"Di internasional, ada kekhawatiran lonjakan kasus baru lagi, sebagai contoh di AS yang kasus hariannya melonjak. Ini bisa jadi pemicu kekhawatiran pertumbuhan AS dan menekan dolar AS," kata Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Pada akhir pekan lalu, rupiah ditutup menguat seiring dengan semakin turunnya jumlah kasus harian COVID-19 di Indonesia terutama di DKI Jakarta.

Pada Minggu (1/8) kemarin, terjadi penambahan 30.738 kasus baru COVID-19 di tanah air sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,44 juta kasus.

Jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 pun masih tinggi yaitu bertambah 1.604 kasus sehingga totalnya mencapai 95.723 kasus.

Meski demikian, sebanyak 2,81 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif COVID-19 sehingga total kasus aktif mencapai 535.135 kasus.

"Ini agak menarik karena sentimen lokal dan internasional menunjuk ke satu arah yaitu penguatan rupiah, dari lokal ada tren penurunan kasus COVID-19 terutama di Jakarta," ujar Nikolas.

Sementara itu, dari internasional sentimen datang dari pelemahan dolar AS akibat pertemuan The Fed yang masih mempertahankan tingkat stimulus bulanannya serta tingkat suku bunga yang juga masih dipertahankan

"Sedangkan rencana pengurangan stimulus AS masih menunggu perkembangan kondisi AS terutama dari sektor tenaga kerjanya," ujar Nikolas, seperti dilansir dari Antara.

Nikolas mengatakan rupiah hari ini akan menguat dan bergerak di kisaran Rp14.390 per dolar AS hingga Rp14.550 per dolar AS.

Pada Jumat (30/7) lalu, rupiah ditutup menguat 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.463 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.483 per dolar AS. 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP