Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:22wib
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan izin darurat (emergency use authorization/EUA) vaksin Covid-19 Sinopharm dengan efikasi 78,1 persen. Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa mudik Lebaran 2021, baik itu jarak jauh maupun jarak dekat, tetap ditiadakan.
Dicap Kafir Usai Hadiri Peresmian Gereja, Gus Miftah: Saya Hadir Bersama Mas Anies Baswedan

Senin, 03-Mei-2021 23:05

Ulama kondang Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah)
Foto : Istimewa
Ulama kondang Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah)
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ulama kondang Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) angkat bicara menanggapi sejumlah pihak yang menghujat dirinya karena menyampaikan Orasi Kebangsaan dalam peresmian renovasi Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta Utara pada Kamis (30/4/2021).

Tanggapan itu disampaikan Gus Miftah dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya, Senin (3/5/2021).

"Terima kasih yang menghujat saya, yang mengatakan saya kafir, sesat, bangsat, dan lain lain......kalian luar biasa. Bisa jadi anda benar saya salah, atau sebaliknya," tulis Gus Miftah pada unggahan videonya.

Dalam video itu, Gus Miftah menjelaskan bahwa ia menghadiri peresmian renovasi GBI Amanat Agung untuk memenuhi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Saat itu, lanjut Gus Miftah, dirinya hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sekjen PB NU Helmy Faishal Zaini dan sejumlah tokoh agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

"Setelah beredarnya orasi kebangsaan saya di sebuah gereja di Jakarta Utara, tepatnya di GBI Penjaringan atas undangan panitia. Saat itu saya hadir bersama Gubernur DKI Jakarta, mas Anies Baswedan, Sekjen PB NU Gus Helmy dan beberapa tokoh agama, ada FKUB lah di sana, dan itu atas undangan mereka," ujarnya.

Gus Miftah mengatakan, dalam undangan yang diterima, disebutkan bahwa acara tersebut adalah peresmian gereja bukan peribadatan.

"Acara yang diberikan kepada saya pun judulnya orasi kebangsaan dalam rangka peresmian GBI, bukan dalam rangka peribadatan. Dicatat, dalam rangka peresmian, bukan peribadatan," ucap dia.

Usai menghadiri acara tersebut, lanjut Gus Miftah, dirinya dihujat hingga dicap kafir. Namun demikian, ia mengaku tidak marah dengan berbagai hujatan dan tudingan tersebut.

"Gara-gara itu kemudian saya dihujat banyak netizen dengan mengatakan 'Miftah sesat, Miftah kafir, syahadatnya batal dan sebagainya'. Gus Miftah marah? Nggak, saya bersyukur, alhamdulillah," ungkapnya.

Pemilik Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Yogyakarta itu lantas membandingkan cara berdakwah zaman dahulu dengan sekarang. Menurutnya, jika zaman dahulu berdakwah mengislamkan orang kafir, dakwah hari ini mengkafir- kafirkan orang Islam.

"Saya hanya berpikir, orang seperti saya yang dikasih Allah untuk membimbing sekian ratus orang untuk bersyahadat menjadi mualaf, hanya gara-gara video itu saya dikatakan kafir. Luar biasa. Itulah dakwah zaman sekarang. Kalau dakwah zaman dulu tugasnya mengislamkan orang kafir, dakwah hari ini mengkafir- kafirkan orang Islam," ungkap Gus Miftah.

Di akhir video berdurasi 2 menit 41 detik itu, Gus Miftah mengatakan "Terima kasih, salam cinta saya kepada semuanya, termasuk yang berbeda pendapat dengan saya, bahkan yang menghujat saya".

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati