3
Netral English Netral Mandarin
15:20 wib
Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan di beberapa provinsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini, atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang.
Didiet Optimis Indonesia Kenali Diri Sendiri dan Tak Agungkan Negara Lain

Selasa, 19-January-2021 17:10

Desainer busana Didiet Maulana
Foto : Berita Bisnis Wisata
Desainer busana Didiet Maulana
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Desainer busana Didiet Maulana mengatakan bahwa memadu-padankan kebaya tradisional dengan menambahkan sentuhan modern adalah cara yang cukup efektif untuk mengenalkan kebaya ke khalayak luas termasuk generasi muda Indonesia.

"Kebaya sekarang bukan hal formil, ada banyak bentuk inspirasi kebaya saat ini. Misalnya dengan tidak mengenakan kain (tradisional, untuk bawahan) dan malah dipadukan dengan celana, lalu lebih casual," kata Didiet dalam peluncuran buku "Kisah Kebaya", yang dihelat secara virtual, Senin (18/1/21).

"Dan dengan semakin sering kita pakai di berbagai macam bentuk dan kegiatan, harapannya semoga kebaya bisa setara dengan kain Sari di India, hingga Kimono di Jepang," ujarnya dinukil Antara.

Baca Juga :

Bicara tentang Kimono dari Jepang, Didiet membagikan pengalamannya ketika berkunjung ke salah satu sekolah mode di Negeri Sakura tersebut.

Ia mengatakan, di sana, anak mudanya dikenalkan kain dan pakaian tradisional Jepang untuk kemudian dikreasikan dengan tren yang kekinian.

"Di salah satu sekolah mode di Tokyo, ada satu chapter tentang Kimono, dan mereka (siswa) diajak agar Kimono bisa dimodifikasikan ke sesuatu yang relevan. Seperti menggunakan kain denim, hingga linen," kata Didiet.

"Untuk adaptasi, tidak harus kuno. Kita harus bisa melihat keadaan dan tren di sekeliling kita," ujarnya menambahkan.

Ketika disinggung mengenai bagaimana minat dan peran anak muda Indonesia dalam menggunakan kebaya dan kain tradisional, Didiet menilai generasi muda Tanah Air mampu mengenalkan kedua produk tekstil kebanggaan negeri lebih luas lagi.

"Banyak gerakan anak-anak muda yang inspiratif lewat TikTok dan platform media sosialnya dengan memakai kebaya dan kain (tradisional). Saya optimis bahwa Indonesia mudah-mudahan bisa mengenal diri sendiri dan tidak mengagungkan negara lain," kata Didiet.

"Banyak pula influencer muda yang tulus dan suportif untuk memajukan budaya Indonesia. Jika semakin banyak yang mempopulerkannya, maka akan semakin kita melihat kalau hal itu relevan dengan kita. Mulai dari yang simpel, kita bisa lakukan banyak modifikasi," imbuhnya.

Serba-serbi kebaya

 

Didiet Maulana kemudian menceritakan ragam dan serba-serbi kebaya serta busana dan kain tradisional Nusantara lewat buku "Kisah Kebaya", yang baru ia umumkan di tanggal ulang tahunnya, 18 Januari.

 

Didiet mengungkapkan dirinya menghabiskan waktu selama enam tahun lamanya untuk melakukan riset soal sejarah dan serba-serbi kebaya Indonesia.

"Risetnya memakan waktu enam tahun, dan diharapkan semoga buku ini bisa menambah khazanah literasi lebih dalam tentang kebaya dan busana Indonesia," kata Didiet.

Buku ini terdiri dari beberapa bagian; mulai dari "Kebaya Berbudaya" yang membahas soal budaya yang mempengaruhinya, ekspresi, filosofi, hingga langgam kebaya.

Lalu, bagian selanjutnya adalah "Kebaya Bergerak dalam Era" yang memuat pakem, hingga cara dan kiat untuk menciptakan kebaya dari inspirasi pola, cara pemotongan, penjahitan, dan ilustrasinya.

Selanjutnya ada "Eksplorasi Kebaya Didiet" yang memuat inspirasi, kembara budaya, modifikasi dan padu-padan, hingga aksesorisnya. Terdapat pula lampiran bahan-bahan yang cocok untuk kebaya.

Lebih lanjut, adalah "Kisah Kebaya Svarna by IKAT Indonesia", "Jenis Kebaya" dan "Jenis Baju dan Kain Indonesia Lainnya" seperti Baju Kurung hingga kain songket.

"Kebaya adalah identitas. Tak hanya visualnya yang menarik, tapi ia lebih dari itu. Harapannya, buku ini bisa juga menjadi pegangan bagi yang mau membuat kebaya, terutama penjahit rumahan. Saya ingin kebaya bukan menjadi produk eksklusif dari rumah mode saja," kata Didiet.

Buku "Kisah Kebaya" kini telah tersedia dalam bentuk prapemesanan atau preorder mulai 18-31 Januari melalui situs resmi Gramedia. Melalui prapemesanan ini, pembeli bisa mendapatkan edisi tanda tangan dan diskon 10 persen.

Harga untuk bukunya sendiri adalah Rp241 ribuan untuk prapemesanan, sedangkan harga normalnya Rp268 ribu. Pengiriman buku dilakukan oleh pihak penerbit mulai 22 Februari 2021.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto