Netral English Netral Mandarin
20:35wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Diduga Main Mata, Lelang Sudin SDA di Kepulauan Seribu Disorot

Selasa, 07-September-2021 18:00

Gedung Balaikota DKI Jakarta
Foto : Istimewa
Gedung Balaikota DKI Jakarta
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Diduga ada kongkalikong atau permainan dalam lelang pekerjaan di Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Kepulauan Seribu.

Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) melihat lelang yang dimenangkan oleh PT Cipta Cahaya Aqilah sangat bermasalah. Terkait adanya dugaan pelanggaran hukum, LAI melaporkan hal tersebut ke Gubernur Anies Baswedan.

"Kami menemukan data bahwa lelang hampir 18 miliar rupiah ini cacat hukum, oleh karenanya kami melaporkan ini ke Gubernur DKI," kata Ketua LAI, Sugeng Iriadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/9/2021).

Saat ditanya apa yang menjadi kejanggalan dalam lelang tersebut, Sugeng mengatakan bahwa PT Cipta Cahaya Aqilah sudah tidak berdomisili di alamat yang tertera di LPSE Provinsi DKI Jakarta.

"Kami menduga bahwa PT Cipta Cahaya aqila melakukan pelanggaran dalam lelang tersebut. Mereka diduga bermain mata dengan oknum anggota dewan di Komisi D dalam memenangkan proyek SPALD (Sistem Pengelolaan Sumber Air Domestik," ujar Sugeng.

Padahal jelas dalam syarat lelang harus menyebutkan setiap peserta mempunyai atau menguasai tempat usaha/kantor dengan alamat yang benar, tetap dan jelas berupa milik sendiri atau usaha. Dalam poin ini, jelas PT Cipta Cahaya tidak memenuhi kriteria yang layak untuk dimenangkan.

"Kami meminta agar pihak terkait untuk membatalkan lelang tersebut," pinta Sugeng.

Saat ditanya apakah ini akan dilaporkan juga ke penegak hukum lainnya, Sugeng menegaskan kasus ini akan dilaporkan ke KPK, Bareskrim, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. "Karena ini akan menjadi preseden buruk bagi citra positif DKI Jakarta. Jangan mentang-mentang di pulau, kemudian mereka seenaknya melakukan KKN," ungkapnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP