Netral English Netral Mandarin
10:12wib
Barcelona mengonfirmasi bahwa mereka akan berpisah dengan megabintang Lionel Messi karena tidak menandatangani kontrak baru. Valentino Rossi pada Kamis di Austria telah membulatkan tekad untuk menutup kariernya di MotoGP dalam 25 tahun terakhir ini setelah musim 2021 usai.
Diduga Main Proyek, Jaksa Asepte Dilaporkan ke Jamwas

Minggu, 30-Mei-2021 20:22

Ilustasi Kejaksaan
Foto : Istimewa
Ilustasi Kejaksaan
75

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang oknum jaksa bernama Asepte Gaulle Ginting yang menjabat sebagai Pemeriksa di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, dilaporkan ke Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung). Jaksa Asepte dilaporkan karena diduga bermain proyek di Dinas Pendidikan Sulawesi Barat (Sulbar).

Berdasarkan dokumen Surat Perintah Jamwas bernomor PRIN-78/H/Hjw/05/2021 yang diterima wartawan, Senin (31/5), tertulis Jamwas Amir Yanto memerintahkan 5 orang jaksa jajarannya untuk memeriksa terlapor Jaksa Asepte atas dugaan pelanggaran disiplin PNS/ASN. Kasus Jaksa Asepte ini terbongkar berkat pengaduan masyarakat.

“Laporan pengaduan dari Sdri. Wahdini Syafrina S Tala melaporkan Sdr. Asepte Gaulle Ginting, S.H., M.H., Pemeriksa Datun  pada Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat yang diduga telah meminjam uang sebesar Rp 730.000.000,00 (tujuh ratus tiga puluh juta rupiah) kepada Sdri. Wahdini Syafrina S Tala untuk kegiatan/proyek pembangunan di Dinas Pendidikan Sulawesi Barat, dan berjanji akan dibayar pada bulan Maret 2021, namun sampai dengan saat ini Sdr. Asepte Gaulle Ginting S.H., M.H., susah dihubungi dan ditemui, yang bersangkutan berusaha menghindar dan tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut,” demikian dasar Surat Perintah yang ditandatangi Jamwas Amir Yanto.

Selain memeriksa Jaksa Asepte, Jamwas Amir Yanto juga memerintahkan jajarannya untuk memeriksa pihak terkait lainnya yang berdomisili di wilayah hukum Kejaksaaan Tinggi Sumatera Barat dan di Mamuju wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat.

“Surat Perintah ini berlaku 14 (empat belas) hari kerja mulai tanggal 18 Mei 2021 sampai dengan 8 Juni 2021,” tulis Jamwas dalam surat yang diteken pada 7 Mei 2021 tersebut.

Jaksa Asepte diduga telah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disipilin PNS/ASN yang salah satunya melarang penyalahgunaan wewenang. Jika terbukti, Jaksa Asepte bisa dijatuhi sanksi ringan, sedang, hingga berat, yang berujung pemecatan sebagai PNS/ASN.

Terkait dengan penyalahgunaan wewenang, Jaksa Agung ST Burhanuddin pernah mengeluarkan Penjatuhan Hukuman Disiplin (PHD) Tingkat Berat berupa "Pembebasan dari Jabatan Struktural" terhadap Chaerul Amir yang waktu itu menjabat Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Sesjamdatun). Pencopotan itu tertuang dalam Keputusan Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-IV-27/B/WJA/04/2021 tertanggal 27 April 2021 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin (PHD) Tingkat Berat berupa 'Pembebasan dari Jabatan Struktural'. 

Chaerul Amir bersama seorang berinisial NR diduga terlibat penipuan dengan modus menawarkan penangguhan penahanan terhadap Christian Halim, tahanan Polda Jawa Timur. Caherul dan NR CA diduga menawarkan biaya penangguhan penahanan terhadap orang tua Christian berinisial SK sebesar Rp 500 juta. Namun, iming-iming yang ditawarkan keduanya tidak terlaksana. Bahkan, SK kembali dimintai uang sebesar Rp 1 miliar.

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli