Netral English Netral Mandarin
17:50wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Diduga Nistakan Agama, Ngabalin Sebut Yahya Waloni Sampah Buangan Intoleran, Musni Umar: Tak Usah Dihujat, Sudah Diproses Hukum

Senin, 30-Agustus-2021 13:18

Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
Foto : Istimewa
Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar mengingatkan Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin untuk tidak menghujat Penceramah Yahya Waloni.

Hal berawal dari perkataan yang dilontarkan Ngabalin yang mengatakan penceramah Yahya Waloni telah membodohi rakyat dan melakukan penistaan terhadap kepercayaan tertentu.

Disitat melalui akun Twitter resminya, Ngabalin berpendapat, Yahya Waloni merupakan sosok intoleran yang kadar keilmuwannya masih sangat minim. Sehingga, apa yang diucapkan melalui mulutnya hanya berisikan kalimat-kalimat sok pintar.

“Sampah-sampah buangan intoleran, ilmu yang dangkal dan sok pintar,” ujar Ngabalin dengan menyertakan foto Yahya Waloni dan Muhammad Kece seperti dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Minggu (29/8/2021).

Melalui cuitan di akun Twitternya, Musni mengatakan seseorang yang terpelajar akan mengeluarkan perkataan yang baik dan akan memberikan nasihat yang menyejukkan.

"Seorg terpelajar bicaralah yg baik yg mencerahkan, menyadarkan dan memberi nasihat," tulis Musni Umar, Senin (30/8/2021).

Musni menilai Yahya Waloni seorang yang sangat terpelajar untuk dia meminta tidak usah dihujat lagi karena dia sudah diproses hukum.

"Dr  Yahya Waloni, juga sangat terpelajar. Tdk usah dihujat, sdh diproses hukum ikuti sj sidang di PN," ujarnya.

Sebelumnya Tim Bareskrim Polri menangkap Yahya Waloni Kamis (26/8/2021) karena diduga melakukan penistaan agama. Yahya Waloni ditangkap di kawasan Cibubur.

Penangkapan ini dilakukan karena adanya laporan dari komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme soal dugaan penistaan agama terhadap Injil. Yahya Waloni dinilai menista agama dalam ceramah yang menyebut Bible itu palsu.

Pelaporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM. Yahya Waloni dilaporkan dengan dugaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA) pada Selasa (27/4).

Dalam kasus ini, Yahya dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu. Dalam video ceramah itu, Yahya Waloni menyampaikan bahwa Bible tak hanya fiktif, tapi juga palsu.

Di dalam LP tersebut, mereka disangkakan dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 A juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Pasal 156a KUHP.

Reporter : Nazaruli
Editor : Sesmawati