Netral English Netral Mandarin
14:15wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Dikubur dalam Kuali, Tak Terdengar Kabar Arwahnya Gentayangan

Rabu, 16-Juni-2021 18:30

Penemuan kerangka manusia dalam kuali di Kragan, Rembang
Foto : Liputan6.com/Kolase NNC
Penemuan kerangka manusia dalam kuali di Kragan, Rembang
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam perjalanan sejarah manusia, diketahui pernah terjadi lompatan-lompatan peradaban yang jaraknya tak sama antara era yang satu dengan yang lain.

Namun banyak sejarawan berpendapat  sama bahwa setelah ada penemuan api, teknologi batu, hingga penemuan logam, lompatan peradaban relatif berlangsung cepat. 

Di Nusantara, para ahli arkeologi, palentologi, dan sejarawan kemudian menyimpulkan bahwa era peradaban baru itu berlansgung sekitar 1.500 SM. Era ini biasa dinamakan zaman Neolitikum atau zaman Batu Muda.

Bila dibandingkan dengan umur manusia, sepertinya dari Neolitikum sampai sekarang, baru sekitar 3.500 tahun namun kemajuan zaman sudah begitu jauh berbeda dibanding era Batu Muda. 

Salah satu model peradaban batu baru adalah sistem pemakaman. Di era-era sebelumnya manusia sudah memaknai kematian sebagai peristiwa penuh misteri dan menimbulkan duka. 

Namun demikian, jasad tidaklah dikubur dengan model-model pemakaman tapi besar kemungkinan hanya ditinggal dan dibiarkan membusuk.

Sampai kemudian ada kuburan, peti batu, bahkan pernah ada  model kuali sebagai tempat mengubur jenazah.

Hal ini terbukti dengan temuan-temuan yang ada di wilayah Rembang, Jawa Tengah. Rangkaian penemuan mengejutkan sempat terjadi di tahun 1980-an di mana satu area ditemukan berbagai tulang belulang yang disimpan dalam kuali. 

Ternyata diketahui area itu dahulu adalah kuburan purba masyarakat zaman Batu Muda. 

Penemuan terbaru terjadi di tahun 2016. Kala itu, sedang dilakukan proyek renovasi Puskesmas II Kragan, Rembang, Jawa Tengah, tiba-tiba diselimuti nuansa horor. 

Buruh bangunan menemukan empat kuali atau tempayan di bagian belakang puskesmas yang ternyata berisi kerangka manusia dari masa lampau.

Temuan ini diawali ketika para buruh bangunan menggali tanah untuk fondasi kamar mandi, sepekan lalu. Saat menggali itulah, ujung cangkul mereka membentur sebuah benda keras.

Seperti dilansir Liputan6, kala itu, ketika mencoba digali lebih lanjut, terlihat ujung kuali kuno. Merasa takut dan karena secara fisik kuali tersebut sangat kuno, para buruh bangunan itu kemudian menghubungi seorang petugas Museum Plawangan Kragan.

Petugas museum, Junaedi, langsung menuju ke lokasi penemuan. Dibantu anaknya, Junaedi mengangkat kuali kuno itu. Ketika dilihat, isinya ternyata tulang manusia dari peradaban awal Masehi.

Menurut dia, para buruh takut lantaran salah satu di antara mereka ada yang mendadak pingsan saat membersihkan area itu.

"Barang temuan itu sementara kami amankan di Museum Plawangan disandingkan dengan penemuan-penemuan sebelumnya," kata Junaedi, Rabu (10/8/2016).

Dia menyebutkan kerangka manusia itu memiliki karakter yang sama dengan puluhan kerangka yang ditemukan pada 1981. Meski tak ada data dan informasi resmi, Junaedi memperkirakan kerangka manusia ini merupakan peninggalan zaman Neolitikum alias batu muda.

"Apalagi lokasi ini diyakini dulu merupakan pemakaman peradaban kuno," kata Junaedi.

Nah terkait energi mistis atau gaib, ternyata di kawasan ini relatif tidak pernah bermunculan mitos tentang arwah gentayangan. 

Meski menjadi area kuburan kuno, di wilayah ini relatif minim kisah berbalut misteri yang mengungkap hantu-hantu gentayangan. 

Padahal, model pemakaman dalam kuali saja bila dibandingkan dengan zaman sekarang terasa begitu janggal dan aneh. Bahkan, bisa disebut horor. 

Maka tak heran bila para pekerja puskesmas sempat pingsan karena melihat onggokan kerangka dalam kuali. Benaknya sulit memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Mungkin saja bayangan ada kasus pembunuhan keji atau mutilasi di masa lalu. Nyantanya, berdasar penelitian, mengubur dengan jasad ditempatkan di kuali ternyata pernah menjadi model dan wajar di era 1.500 SM. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto