Netral English Netral Mandarin
18:42wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Dimaki dan Diumpat Rizieq, JPU: Tokoh Agama Tapi Sering Merendahkan Orang Lain

Rabu, 31-Maret-2021 05:15

Tersangka Habib Rizieq Shihab (HRS)
Foto : Dok NNC
Tersangka Habib Rizieq Shihab (HRS)
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jaksa penuntut umum (JPU) menyayangkan sikap Habib Rizieq Shihab (HRS) yang sering merendahkan orang lain. Dalam hal ini JPU mengaku sering dimaki dan diumpat dengan kata-kata yang kurang pantas oleh Habib Rizieq.

Jaksa menilai, umpatan dan makian yang dilontarkan Habib Rizieq sangat bertentangan dengan program revolusi akhlak yang selama ini digaungkan oleh eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu. Apalagi itu diucapkan di muka persidangan yang terbuka untuk umum.

Hal tersebut disampaikan JPU saat membacakan tanggapan atas nota keberatan atau eksepsi terdakwa Habib Rizieq dan tim penasehat hukumnya dalam sidang lanjutan kasus kerumunan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021).

"Sungguh sangat disayangkan seorang tokoh agama yang mengaku dirinya imam besar dari sebuah organisasi keagamaan yang memiliki visi misi untuk menciptakan akhlakul karimah, dengan program revolusi akhlaknya, akan tetapi dari semua ucapannya sangat bertentangan dengan program revolusi akhlaknya, karena sering merendahkan orang lain, dalam hal ini jaksa penuntut umum yang sering dimaki dan diumpat dengan kata-kata yang kurang pantas dari segi akhlakul karimah," kata jaksa.

"Apalagi diucapkan di muka persidangan terbuka untuk umum, oleh seorang tokoh agama yang mengaku imam besar dengan kata-kata 'biadab, tidak beradab, keterbelakangan intelektual, pandir, dan seterusnya'," sambungnya.

Jaksa mengatakan bahwa pada prinsipnya semua manusia yang ada di dunia ini adalah ciptaan Allah SWT, yang memiliki kesamaan derajat di mata Allah SWT, dan membedakan hanyalah ketakwaannya.

"Siapa yang bisa mengukur ketakwaan seseorang manusia di mata Allah SWT adalah Allah SWT dengan manusia itu sendiri," ungkap jaksa.

Adapun JPU dalam tanggapan eksepsi terdakwa HRS dan tim penasehat hukumnya, JPU berkesimpulan dan memohon agar mejelis yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan atau menetapkan sebagai berikut:

1. Menyatakan surat dakwaan nomor register perkara dengan nomor 221/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim. atas nama terdakwa Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Muhammad Rizieq Shihab bin Sayid Husein Shihab yang disusun sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan oleh karenanya surat dakwaan tersebut dapat dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.

2. Menyatakan keberatan eksepsi dari penasihat hukum, dan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Muhammad Rizieq Shihab bin Sayid Husein Shihab yang disampaikan dalam sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur hari Jumat tanggal 26 Maret 2021 tidak dapat diterima, atau ditolak, dan menyatakan pemeriksaan dalam persidangan ini tetap dilanjutkan.

"Selanjutnya kami menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada majelis hakim dengan harapan dapat memberikan keputusan yang tepat dan adil," tutup JPU.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian