Netral English Netral Mandarin
05:48wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Dimulai 17 Mei, Ini yang Perlu Kamu Ketahui Soal Vaksin Gotong Royong

Rabu, 12-Mei-2021 23:30

Vaksinasi gotong royong telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (
Foto : My Blood
Vaksinasi gotong royong telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Program vaksinasi Covid-19 akan memulai program vaksinasi gotong-royong mulai 17 Mei 2021 mendatang. Kepastian itu diungkapkan oleh Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto.

"Tentunya vaksin gotong royong diharapkan sudah bisa dilaksanakan pada akhir Mei ini," kata Airlangga, Senin (10/5/2021). 

Adapun vaksin yang akan digunakan pada program ini dibeli melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebelumnya, vaksinasi gotong royong telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021, tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penganggulangan pandemi Covid-19. 

Lantas, apa itu vaksin gotong royong? Mengutip Permenkes Nomor 10 Tahun 2021, vaksinasi gotong royong adalah pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain dalam keluarga yang pendanaannya dibebankan pada badan hukum atau badan usaha. 

Maka, penerima program vaksinasi gotong royong tidak akan dipungut bayaran atau gratis. Biaya untuk membeli vaksin dari program vaksinasi gotong royong ditanggungkan kepada perusahaan atau badan hukum yang menaungi pekerja. 

Airlangga mengungkapkan bahwa harga vaksin untuk program vaksinasi gotong royong sebesar Rp 375 ribu per dosis dengan biaya penyuntikannya Rp 125 ribu per dosis. "Sehingga total Rp 500 ribu," tutur Airlangga. 

Terdapat dua jenis vaksin yang akan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong, yaitu Sinopharm dan CanSino. Vaksin Covid-19 buatan Sinopharm telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

BPOM sendiri telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinopharm pada 29 April 2021 lalu. Untuk pengadaan vaksin, pemerintah telah melakukan kontrak pengadaan vaksin Sinopharm sebanyak 7,5 juta dosis, dengan jumlah vaksin yang tersedia mencapai 500 ribu dosis. 

Sementara untuk CanSino, pemerintah juga menyiapkan 5 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan CanSino Biologics, China, untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi gotong royong. 

Vaksin virus corona buatan CanSino Biologics Inc menjadi yang pertama kali diberikan hak paten oleh pemerintah China. Persetujuan paten telah diberikan sejak 11 Agustus 2020. Berbeda dengan vaksin lainnya yang sudah digunakan Indonesia, vaksin buatan CanSino hanya disuntikan sebanyak satu dosis kepada sasaran vaksinasi.

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani