Netral English Netral Mandarin
11:49wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Dinas SDA DKI Ajukan Subsidi untuk Air Bersih hingga Rp 33,68 miliar

Jumat, 03-September-2021 21:30

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Yusmada Faizal
Foto : Istimewa
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Yusmada Faizal
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengajukan subsidi penggunaan air bersih sebesar Rp 33,68 miliar pada APBD Perubahan tahun 2021 dan APBD 2022. Layanan air bersih ini nantinya disediakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya.

Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 45 tahun 2021 tentang Pemberian Subsidi Penyediaan dan Pelayanan Air Minum. Subsidi diberikan sebagai upaya kesetaraan bagi pelayanan masyarakat di daratan Jakarta maupun di Kepulauan Seribu.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, subsidi pelayanan air bersih di DKI Jakarta memakai perhitungan selisih, antara tarif air bersih berdasarkan pemulihan biaya penuh (full cost recovery) dengan tarif air bersih yang dikenakan kepada masyarakat untuk pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM). Sebelum subsidi, warga dikenakan tarif Rp 32.000/m³, sedangkan setelah disubsidi tarifnya menjadi Rp 3.550/m³ untuk rumah tangga sederhana dan Rp 4.900/m³ untuk rumah tangga menengah.

“Pengenaan tarif itu juga mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 57 tahun 2021,” kata Yusmada berdasarkan keterangannya.

Yusmada mengatakan, kebijakan subsidi ini juga diharapkan bisa mempercepat terselenggaranya pelayanan air bersih di Ibu Kota oleh PAM Jaya. Sekaligus meningkatkan sanitasi dan kesehatan serta mengurangi penyedotan air tanah yang dapat mengakibatkan penurunan muka tanah (land subsidence).

“Pelayanan ditargetkan untuk memenuhi hak rakyat atas tersedianya air bersih yang berkualitas dengan harga yang terjangkau di DKI Jakarta. Terutama di wilayah daratan yang daerahnya mengalami krisis air bersih dan di Kepulauan Seribu,” ujarnya.

Yusmada menjelaskan, untuk sistem penyediaan air minum (SPAM) di daerah krisis air, telah dilayani melalui sistem kios air yang dibangun dan/atau dioperasikan PAM Jaya. Distribusi air bersih ke kios air dilakukan oleh armada mobil tangki dan air bersih di kios ditampung dalam tandon atau tangki air dengan kapasitas 4 m³.

“Kios air dikelola oleh unsur masyarakat, yang disepakati oleh warga setempat, untuk menyalurkan air dari tandon di lokasi pengelola kios air ke warga. Pada awal tahun 2021, PAM Jaya telah membangun sebanyak 102 kios air. Kami selalu melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala terkait pengoperasian dan jumlah kios air,” jelasnya.

Sementara untuk di Kepulauan Seribu, berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Nomor 62 Tahun 2019, PAM JAYA memperoleh penugasan untuk mengelola SPAM dengan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Kabupaten Kepulauan Seribu. Penugasan ini meliputi kegiatan pengoperasian, pemeliharaan, perbaikan, pelayanan, perluasan jaringan dan pengembangan.

“Skema penyaluran air bersih ke rumah warga dilakukan melalui pipa distribusi. Jumlah pemakaian air bersih oleh warga diketahui melalui pembacaan meter air di rumah warga,” kata Yusmada.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP