Netral English Netral Mandarin
10:51wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
Dinilai Takut Tekanan, KPK Pertahankan 24 Pegawai Tak Lolos TWK, TG: Ya Bubarkan Sajalah, Mubazir, Nyalinya Minus

Rabu, 26-Mei-2021 06:41

Mantan Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Twitter
Mantan Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memberhentikan 51 dari 75 pegawainya yang dinyatakan tidak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Ketua KPK Alexander Marwata menyatakan bahwa dari 75 orang tersebut, 24 pegawai masih dimungkinkan untuk mendapat pembinaan sebelum akhirnya beralih status menjadi aparatur sipil negara atau ASN.

“Sedangkan yang 51 orang lainnya, ini kembali lagi dengan asesor, warnanya dia bilang sudah merah dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pembinaan,” ungkapnya dalam Rapat digelar KPK bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di kantor BKN, Jakarta Timur, Selasa (25/5/2021).

Lebih lanjut, terhadap 24 pegawai yang masih bisa ‘diselamatkan’ akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan bela negara serta wawasan kebangsaan.

Terkait hal itu mantan Dewan Pakar Partai Persatuan dan Keadailan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi (TG) heran kenapa KPK tidak memecat semua pegawainya yang tidak lolos TWK.

"Yang 24 lagi kenapa gak dipecat?," tulis Teddy di akun Twitternya, Selasa (25/5/2021).

Lebih lanjut Teddy juga mempertanyakan apakah KPK takut dengan tekanan sehingga  memberikan kesempatan terhadap 24 dari 75 pegawai yang tak lolos TWK tersebut.

"Apakah @KPK_RI takut akan tekanan dan rengekan? Apakah nanti diakal-akalin agar 24 orang ini akhirnya lolos?," ujarnya.

Di akhir cuitannya Teddy merasa kecewa dengan nyali KPK yang takut akan tekanan, sehingga menurut dia lebih baik lembaga antirasuah itu dibubarkan saja karena mubazir.

"Kalau takut, ya bubarkan sajalah lembaga mubazir ini. Selain habisin dana negara, nyalinya minus," pungkasnya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani