Netral English Netral Mandarin
15:30wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Dipecat Tanpa Alasan, Kader Demokrat Bantul dan Ngawi Gugat ke Mahkamah Partai

Jumat, 23-April-2021 18:40

Mantan  Ketua DPC Bantul Nur Rakhmat Juli
Foto : Istimewa
Mantan Ketua DPC Bantul Nur Rakhmat Juli
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bantul Nur Rakhmat Juli dan eks Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ngawi Isnaini Widodo menyambangi Kantor DPP Partai Demokrat di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/4/2021).

Nur mengatakan, kedatangan mereka untuk mengajukan gugatan bmenuntut keadilan ke Mahkamah Partai Demokrat karena telah dipecat secara sepihak. Pemecatan itu dilakukan dengan menjadikan Nur sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Kabupaten Bantul.

"Saya selaku Ketua DPC Bantul secara sepihak di-Plt-kan. Tidak ada klarifikasi, tidak ada persidangan di Mahkamah Partai. Mekanisme ini tidak sesuai dengan AD/ART Partai," kata Nur kepada wartawan usai menyerahkan gugatan ke Mahkamah Partai Demokrat.

Nur menyatakan, dirinya terus berupaya mendapatkan keadilan melalui Mahkamah Partai Demokrat. Ia berharap, lewat forum itu, keadilan bisa didapatkan. "Ini bagian dari upaya kami mencari keadilan," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum Nur dan Isnaini, Vahmi Wibisono mengungkapkan bahwa pemecatan kepada kliennya tidak sesuai dengan prosedur partai.

Mestinya, lanjut Vahmi, secara AD/ART partai pemecatan itu ada mekanismenya.  Mulai direkomendasikan oleh Dewan Kehormatan DPC, lalu diserahkan ke DPP melalui Mahkamah Partai. "Tapi tidak ada itu, tiba-tiba ada surat pemecatan saja," tegasnya.

Menurut Vahmi, kliennya sampai saat ini tidak mengetahui apa alasan pemecatan tersebut hingga keluarnya Surat Keputusan Pelaksana Tugas.

"Sebelumnya mereka ini ketua DPC, nah setelah ada SK mereka jadi Plt saja dan kewenangan pun jadi tidak ada. Makanya mereka menggugat ke Mahkamah Partai," jelasnya.

Sebelumnya, Nur Rakhmat dan Isnaini Widodo dipecat dari jabatannya sebagai Ketua DPC Bantul dan Ketua DPC Ngawi karena mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, awal Maret lalu. Namun, keduanya menilai tindakan pemecatan tersebut dilakukan sepihak dan tidak mengikuti mekanisme yang berlaku di Partai Demokrat. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati