Netral English Netral Mandarin
12:56wib
Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) mengaku sudah menyelesaikan 24 masalah yang tertunda ke Badan Anti Doping Dunia (WADA). Pemerintah berencana memberikan vaksin Covid-19 booster pada masyarakat.
Diramal Bakal ada Lonjakan Kasus Varian Delta, Pemerintah Waspadai Tujuh Provinsi Ini

Selasa, 06-Juli-2021 20:00

Pemerintah Waspadai Lonjakan Varian Delta di 7 Provinsi
Foto : Istimewa
Pemerintah Waspadai Lonjakan Varian Delta di 7 Provinsi
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini pihaknya sedang memberikan perhatian khusus kepada tujuh provinsi yang berpotensi mengalami lonjakan kasus Corona akibat penyebaran virus varian Delta (B.1.617.2).

Varian yang pertama kali ditemukan di India itu memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dan agresif dibanding varian Alfa (B.1.1.7), dan sempat menimbulkan tsunami Corona di India pada April - Mei 2021 lalu.

"Kami juga antisipasi Delta ini, naiknya sangat cepat. Kira-kira provinsi lain yang akan memungkinkan ke depannya ada kenaikan lonjakan yang cukup tinggi, dan kami sudah lihat ada lima provinsi di Sumatera dan dua provinsi di Kalimantan yang kita harus hati-hati agar kita bisa mempersiapkan dengan baik," kata Budi dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/7/2021).

Budi ketujuh provinsi dimaksud adalah:

Kalimantan Barat

Kalimantan Timur

Riau

Kepulauan Riau

Sumatera Barat

Sumatera Selatan

Lampung.

Budi sebelumnya telah meminta agar ketujuh provinsi itu melakukan pembatasan mobilitas dan pemeriksaan dengan teknik pencarian Whole Genome Sequencing (WGS) untuk melacak varian tersebut.

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman sebelumnya mengungkapkan sejauh ini sudah ada 382 kasus varian Delta yang berhasil diidentifikasi di Indonesia berdasarkan hasil pemantauan WGS secara berkala.

Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio menjelaskan, teknik pencarian strain virus baru WGS dilakukan bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, LBM Eijkman dan beberapa Universitas di Indonesia.

Dari ke-382 kasus itu, terbanyak di Jakarta (174 kasus), disusul Karawang, Jawa Barat (59 kasus); di Bandung, Jawa Barat (36 kasus); dan Salatiga, Jawa Tengah (34 kasus).

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani