Netral English Netral Mandarin
22:08wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Sudah Disuntik Rp22 T, Direksi Baru Jiwasraya Malah Potong Dana Pensiun 40%, Ade: Permainan Apa Ini?

Rabu, 10-Maret-2021 09:05

Ade Armando
Foto : Merdeka.com
Ade Armando
44

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia berusaha mengupas alasan mengapa Pemerintah memberikan dana suntikan pada PT Jiwasraya tetapi direksi baru Jiwasraya malah menawarkan strukturisasi polis sehingga dana pensiun dipotong 40%. 

Ade mengunggah acara Webinar dengan tema "Siapa Diuntungkan Permainan Direksi Jiwasraya?" Webinar bakal digelar pada hari ini, Rabu (10/3/21) pukul 14.00.

"Skandal Jiwasraya ternyata tak kunjung selesai. Pemerintah kucurkan dana Rp 22 T. Tapi direksi baru Jiwasraya malah menawarkan strukturisasi polis sehingga dana pensiun dipotong 40?n dana pemegang polis lainnya baru akan dikembalikan dalam 15 tahun," kata Ade Armando. 

"Ada perminan apa ini? Ikuti saja diskusinya  di Cokto TV, Rabu jam 14.00," imbuhnya.

Untuk diketahui, Pemerintah memberikan suntikan modal sebesar Rp22 Triliun sebagai upaya menyelesaikan masalah yang ada di tubuh PT Asuransi Jiwasraya. Anggaran itu berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan digunakan untuk menyehatkan keuangan sekaligus membayar tunggakan klaim polis nasabah.

"Total penanaman modal yang akan dilakukan pemerintah selaku pemegang saham melalui BPUI (Bahana Pembinaan Usaha Indonesia) adalah sebesar Rp22 Triliun," kata Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko, dalam agenda webinar, Minggu (4/10) malam.

Hexana menuturkan kerugian yang dialami Jiwasraya berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dijadikan pegangan Jaksa dalam penuntutan adalah sebesar Rp16,8 Triliun. Namun, nilai itu belum mencakup keseluruhan kerugian yang dialami Jiwasraya.

Berdasarkan perhitungan pihaknya dengan dibantu konsultan independen, dibutuhkan dana sebesar Rp37,4 Triliun untuk menyelamatkan seluruh pemegang polis. Hitungan itu dengan mengacu total ekuitas Jiwasraya saat ini.

"Pemegang polis Jiwasraya per Agustus 2020 2,63 juta di mana lebih dari 90 persen nasabah terdiri dari program manfaat pensiunan dan masyarakat menengah ke bawah," ucap dia.

"Untuk itu, dalam rangka perlindungan pemegang polis menengah ke bawah yang menggantungkan income masa tua dari pensiun, diperlukan program penyelamatan polis yang diinisiasi oleh pemerintah selaku pemegang saham," sambungnya.

Lebih lanjut, Direktur Utama PT BPUI, Robertus Bilitea menuturkan bahwa suntikan modal itu akan diberikan dengan dua tahap. Sebesar Rp12 Triliun pada tahun 2021 dan Rp10 Triliun pada tahun berikutnya.

Penyertaan modal tersebut, terang dia, akan digunakan untuk mendirikan perusahaan asuransi bernama IFG Life. Nantinya, IFG Life akan menerima polis hasil dari pengalihan program penyelamatan polis asuransi Jiwasraya.

"IFG life akan going concern dan diharapkan menjadi perusahaan yang sehat, menguntungkan, serta memberikan layanan asuransi yang lengkap, bukan hanya kepada nasabah eks Jiwasraya melainkan juga kepada masyarakat umum," pungkas Robertus.

Lihat juga:SMI Bantah PMN Rp20 T ke BPUI untuk Obati Fraud JiwasrayaIa menuturkan pembayaran nantinya dilakukan melalui skema bail in. Dengan opsi tersebut, pembayaran dapat dilakukan dengan cara dicicil atau sebagian.

"Di mana pemerintah selaku pemegang saham menyuntikkan modal langsung kepada BPUI sebagai pihak-pihak yang melanjutkan program polis dari Jiwasraya," tandasnya dinukil CNN Indonesia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto