Netral English Netral Mandarin
05:41 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Disalahkan Ridwan Kamil Soal Kerumunan HRS, Mahfud: Siap Kang, Saya Bertanggung Jawab

Kamis, 17-December-2020 00:02

Menko Polhukam Mahfud MD
Foto : Istimewa
Menko Polhukam Mahfud MD
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) yang memintanya ikut bertanggung jawab terkait rentetan kerumunan Habib Rizieq Shihab (HRS).

Mahfud menyatakan siap bertanggung jawab karena dirinya yang mengizinkan penjemputan Habib Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, pada (10/11/2020) lalu, sebagaimana yang dituding Ridwan Kamil sebagai awal mula terjadinya kekisruhan soal kerumunan Habib Rizieq.

"Siap, Kang RK. Saya bertanggungjawab. Saya yang umumkan HRS diizinkan pulang ke Indonesia karena dia punya hak hukum untuk pulang. Saya juga yang mengumumkan HRS boleh dijemput asal tertib dan tak melanggar protokol kesehatan. Saya juga yang minta HRS diantar sampai ke Petamburan," tulis Mahfud di akun Twitternya, Rabu (16/12/2020).



Mahfud lantas menjelaskan bahwa diskresi yang diberikan pemerintah sebatas penjemputan hingga pengantaran Habib Rizieq dari Bandara Soekarno-Hatta ke kediamannya di Petamburan. Sementara kerumunan setelah itu di sejumlah acara yang dihadiri Habib Rizieq, sudah di luar diskresi pemerintah.

"Diskresi pemerintah diberikan utk penjemputan, pengamanan, dan pengantaran dari bandara sampai ke Petamburan. Itu sudah berjalan tertib sampai HRS benar-benar tiba di Petamburan sore. Tapi acara pada malam dan hari-hari berikutnya yang menimbulkan kerumunan orang sudah di luar diskresi yang saya umumkan," cuit Mahfud MD.

Sebelumnya, Ridwan Kamil menilai, kekisruhan terkait rentetan kerumunan sejak kembalinya Habib Rizieq, berawal dari pernyataan Mahfud MD yang mengizinkan penjemputan HRS di Bandara Soekarno- Hatta, Tangerang, Banten, pada (10/11/2020) lalu.

Hal itu disampaikan Ridwan usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jawa Barat, Rabu (16/12/2020). Ia menjalani pemeriksaan terkait kerumunan massa di Megamendung, Kabupaten Bogor. 

"Izinkan saya beropini secara pribadi terhadap rentetan acara hari ini. Pertama, menurut saya, semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud, di mana penjemputan HRS ini diizinkan," ujar Ridwan di Mapolda Jabar.

Menurutnya, pernyataan Mahfud itu ditafsir masyarakat khususnya anggota FPI maupun simpatisan Habib Rizieq bahwa mereka diizinkan untuk menjemput HRS, sehingga terjadi kerumunan di Bandara Soekarno-Hatta.

"Di situlah menjadi tafsir dari ribuan orang yang datang ke bandara 'selama tertib dan damai boleh', sehingga terjadi kerumunan yang luar biasa. Nah sehingga ada tafsir ini seolah-lah diskresi dari Pak Mahfud kepada PSBB di Jakarta, di Jabar, dan lain sebagainya," jelas Kang Emil.

Karenanya, Kang Emil itu berpendapat, Mahfud MD juga harus ikut bertanggung jawab atas kekisruhan terkait kerumunan Habib Rizieq.

"Dalam Islam, adil itu adalah menempatkan sesuatu sesuai tempatnya. Jadi beliau harus bertanggung jawab, tidak hanya kami kepala daerah yang dimintai klarifikasinya. Jadi semua punya peran yang peran yang perlu diklarifikasi," terang Kang Emil.

"Jadi, lewat statemen ini saja bahwa hidup ini harus adil. Semua yang punya peran dalam proses yang kita hadapi harus secara arif, bijak dan segala hormat juga bertanggung jawab terhadap prosesnya," tandasnya.


 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati