Netral English Netral Mandarin
13:36wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Alhamdulillah Disambut Positif, Luhut Tawarkan Investasi di Bank Syariah Indonesia dan Banyak Potensi Lainnya ke Arab Saudi

Kamis, 17-Juni-2021 12:20

Luhut Binsar Pandjaitan,Menko Maritim dan Investasi
Foto : maritim.go.id
Luhut Binsar Pandjaitan,Menko Maritim dan Investasi
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan secara virtual dengan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih, Rabu (16/6) guna membahas sejumlah isu mengenai kerja sama investasi dan ekonomi kedua negara.

Turut hadir dalam pertemuan virtual itu Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan CEO Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah.

Luhut menyatakan, pertemuan tersebut karena menghasilkan banyak komitmen kerja sama yang berhasil dibahas antara kedua negara.

Luhut dan Menteri Al-Falih sepakat untuk membentuk satuan tugas untuk membahas berbagai peluang investasi yang ada dan sepakat akan kembali melakukan pertemuan pada tanggal 24 Juni 2021 mendatang.

"Semoga kesempatan ini jadi langkah awal yang baik untuk kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di berbagai bidang ke depannya," kata Menko Luhut, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menawarkan Arab Saudi untuk berinvestasi dalam Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan bank syariah terbesar di Indonesia saat ini.

Pihak Arab Saudi pun menyampaikan ketertarikannya dan akan menugaskan timnya untuk membahas detail rencana ini lebih lanjut.

Indonesia juga menyampaikan keinginan untuk membangun Indonesia Housing atau "Rumah Indonesia" di Mekkah. Bangunan tersebut dapat menjadi persinggahan bagi jemaah umrah dan haji sekaligus dapat digunakan untuk memasarkan produk-produk asal Indonesia.

Menteri Al-Falih menyambut baik rencana tersebut dan langsung menawarkan beberapa calon lokasi yang dapat digunakan. Proyek tersebut nantinya akan dipimpin oleh PT Pembangunan Perumahan (PT PP).

Kedua negara memiliki perhatian yang sama mengenai isu perubahan iklim yang saat ini sedang dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Oleh karena itu, Pemerintah Arab Saudi menyampaikan mendukung Indonesia untuk mengangkat isu perubahan iklim dalam KTT G20 yang akan dilaksanakan di Indonesia tahun depan.

Seperti dilansir dari Antara, Arab Saudi sendiri dalam beberapa waktu terakhir tengah gencar mengembangkan sumber energi terbarukan di beberapa negara seperti Uzbekistan. Fokus Indonesia dan Arab Saudi dalam pengembangan energi hijau (green energy) membuat kerangka kerja mengenai kerja sama di bidang ini akan ditindaklanjuti melalui pertemuan di tingkat teknis antara kedua negara dalam waktu dekat.

Menteri Al-Falih juga menyampaikan selamat kepada Indonesia atas terbentuknya SWF Indonesia atau Indonesia Investment Authority (INA). Menteri Falih menyatakan dirinya sangat terkesan dengan potensi investasi yang dipresentasikan. Untuk itu, Menteri Investasi berjanji akan berkomunikasi dengan Public Investment Fund (PIF), lembaga sovereign wealth fund milik Saudi dan akan mengatur pertemuan lebih lanjut antara INA dan PIF.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP