Netral English Netral Mandarin
10:44wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Disebut ada Operasi Intelijen terkait Temuan Atribut FPI, FH: Mending Urus Obat Asam Urat Bung!

Rabu, 31-Maret-2021 11:20

Ferdinand Hutahaean
Foto : SUMEKS
Ferdinand Hutahaean
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean menanggapi adanya dugaan keterlibatan intelijen dalam penemuan atribut FPI di rumah terduga teroris Jawa Barat.

Menurut Ferdinand, jika tak paham tentang kerja intelijen, jangan mengomentari kerja intelijen. Fungsi Intelijen saja tak paham, yang diketahui Intelijen adalah menyamar.

"Bung, kalau ngga ngerti kerja intel sprt apa, ngga usah sok pengamat intel. Dikit2 rekayasa, settingan, operasi senyap," kata Ferdinand dalam akun Twitternya.

"Fungsi intel sj kamu tak paham, apalagi kerja intel dgn segala operasinya. Paling yg kamu tau intel itu nyamar, itu tok. Mending urus obat asam urat bung..!" ujar dia lagi.

Sebelumnya Anggota TP3 Abdullah Hehamahua menyebut ada operasi intelijen di balik penemuan atribut FPI oleh polisi saat menggerebek rumah terduga teroris di Jawa Barat.

"Kita sudah tahu itu lah dari zaman masih orba sampai sekarang, kalau anda mau yakin baca disertasi Dr Busyro Muqoddas tentang operasi intelijen. Semua itu adalah operasi intelejen untuk mengalihkan perhatian terhadap TP3 mengalihkan perhatian terhadap HRS maka ada bom,” kata Abdullah.

Abdullah menjelaskan alasannya menuding itu sebagai operasi intelijen, pagi terjadi pengeboman di Gereja Katedral, Makassar, tetapi sore sudah ditangkap terduga pelakunya.

Sementara kasus Laskar FPI ini tak kunjung menemukan titik terang setelah beberapa bulan lamanya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli