Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:52wib
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan izin darurat (emergency use authorization/EUA) vaksin Covid-19 Sinopharm dengan efikasi 78,1 persen. Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa mudik Lebaran 2021, baik itu jarak jauh maupun jarak dekat, tetap ditiadakan.
Disentil Soal Kasus Investasi Bodong 212 Mart, Haikal: Penjahat Harus Tetap Diusut, Bikin Citra Buruk Saja

Senin, 03-Mei-2021 18:35

Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Haikal Hassan (Babe Haikal)
Foto : Istimewa
Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Haikal Hassan (Babe Haikal)
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Haikal Hassan (Babe Haikal) menanggapi kasus dugaan investasi bodong 212 Mart di Samarinda, Kalimantan Timur.

Tanggapan Haikal disampaikan pada kolom komentar salah satu postingan di akun Twitternya, Senin (2/5/2021).

Awalnya, postingan Haikal dikomentari netizen pemilik akun Twitter @DWAGS000 dengan menyinggung kasus dugaan investasi bodong 212 Mart.

Akun tersebut mengaku teringat dengan Haikal Hassan yang pernah mempromosikan 212 Mart.

Akun @DWAGS000 juga menautkan artikel dari salah satu media daring yang memberitakan soal kasus investasi bodong 212 Mart di Samarinda.

"Ngeness....jadi teringat babeh pernah promo 212 mart (emoji tertawa)," tulis @DWAGS000.

Menanggapi komentar akun itu, Babe Haikal menyatakan bahwa siapapun yang terlibat dalam kasus tersebut harus bertanggung jawab karena telah merusak citra 212 Mart.

"Penjahat harus tetap diusut. Bikin citra buruk aja," balas @haikal_hassan.

Babe Haikal melanjutkan, dirinya memang pernah mempromosikan 212 Mart karena minimarket yang menjual kebutuhan pokok itu berjalan baik di kota-kota lainnya.

"Video yang saya buat adalah: agar berbelanja lah di 212... karena di kota-kota lain banyak yang bagus dan berjalan baik," jelas Sekjen Habib Rizieq Shihab (HRS) Center itu.

Sebelumnya, dilansir dari kompas.com, ratusan warga melaporkan dugaan investasi bodong 212 Mart ke Polresta Samarinda.

Para pelapor merasa ditipu pengurus Koperasi 212 Samarinda, setelah mengundang investasi untuk mendirikan pusat perbelanjaan 212 Mart.

Nilai investasi tiap warga beragam, mulai dari 500 ribu sampai dengan 20 juta rupiah. Total kerugian warga ditaksir miliaran rupiah.

Masalah muncul sejak Oktober 2020, mulai dari gaji karyawan yang belum dibayarkan, hingga operasional 212 Mart ditutup tanpa pengembalian investasi yang dibayarkan.

Pengurus koperasi pun menghilang dan sulit dihubungi, hingga warga yang menjadi korban melapor polisi. 

Setelah resmi mendapat laporan dari investor 212 Mart, polisi menyelidiki dugaan penipuan alias investasi bodong yang dilakukan Koperasi Syariah 212 Samarinda. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati