Netral English Netral Mandarin
23:59 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Disindir Refly Soal Kasus Cuitan, FH Balilk Sindir Begini

Jumat, 04-December-2020 20:55

Politisi Ferdinand Hutahaean (FH)
Foto : Istimewa
Politisi Ferdinand Hutahaean (FH)
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Ferdinand Hutahaean (FH) bereaksi atas komentar pakar hukum Refly Harun yang mengatakan anak kecil pun tahu jika cuitan FH menyasar tiga pihak, salah satunya Jusuf Kalla. 

Seperti diketahui, akibat cuitannya itu, Ferdinand bersama Rudi S Kamei dilaporkan oleh anak mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Muswira Kalla atas dugaan fitnah melalui media elektronik ke Bareskrim Polri pada Rabu, 2 Desember 2020. 

Namun mantan politisi Partai Demokrat itu menyanggah bahwa Caplin yang ia maksud adalah Jusuf Kalla karena di cuitannya itu ia tidak menyebutkan nama. Karena itu, FH meminta Refly tidak berbicara hukum berdasarkan perasaan.



“Hahaha bung @ReflyHZ yang pakar hukum bicara berdasarkan perasaan. Hukum itu soal perasaan, masa gitu aja ngga tau? Jgn jd opinion maker kalau pakar, malu sm tiang listrik,” tulis Ferdinand di akun Twitternya, Jumat (4/12/2020)

Sebelumnya diberitakan bahwa, Ahli Hukum Refly Harun turut memberikan pandangannya terhadap kasus cuitan mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Menurut Refly, seseorang yang menuliskan pandangan atau analisanya di media sosial harus memperhatikan dan menjaga etika yang ada.

Dia mengatakan seseorang yang memberikan pandangannya harus bisa membedakan mana yang merupakan pendapat, kritikan ataupun menuduh seseorang. Dalam cuitan Ferdinand ini, Refly menilai sudah sangat jelas siapa yang dimaksud oleh Ferdinand.

"Kalau kita baca cuitan itu anak kecil pun tahu yang disasar kan tiga pihak," kata Refly dalam akun YouTubenya yang dikutip Jumat, 4 Desember 2020.

Refly menuturkan nama Chaplin walaupun Ferdinand berdalih bahwa itu bukan Jusuf Kalla tapi semua orang paham, yang dia tunjuk adalah Jusuf Kalla.

"Ada kumis. Kita tahu kan kumis Jusuf Kalla mirip-mirip Charli Chaplin pelawak legendaris yang membuat film tanpa suara tapi gerakannya sangat lucu," katanya.

Kemudian, kata Refly, selain kepada JK cuitan Ferdinand juga mengarah jelas kepada Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dan Gubernur DKI Anies Baswedan Shihab.

Terkait tahun 2022 dan 2024 Refly juga melihat Ferdinand mengarahkan cuitannya untuk Pilkada DKI dan Pilpres 2024.

"Dalam konteks ini jelas sebenarnya walaupun menggunakan bahasa simbolik untuk menghindarkan hukum misalnya, kalau menurut saya, kalau dia sebutkan terang-terangan malah baik-baik saja karena itu merupakan pendapat, tapi pendapat dan fakta berbeda ya," kata Refly.

Refly berpandangan jika memang tujuan dari Ferdinand untuk menganalisa kondisi politik yang terjadi di tahun 2022 dan di tahun 2024, maka tak ada salahnya menyebutkan nama asalkan didukung dengan sumber yang kuat.

Jangan sampai pandangan tersebut dikeluarkan secara asal. Apa yang dicuitkan Ferdinand dinilai tidak sesuai etika.

"Tidak perlu menggunakan kata bus edan kalau menurut saya tinggal dibilang saja itu Anies Baswedan, 2022-2024, karena kalau mereka yang mengamati politik ya tidak usah canggih-canggih amat sudah paham kan konstelasi politik," ujarnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati