Netral English Netral Mandarin
23:08wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Disinyalir PT Adaro Jadi Penyebab Banjir Kalsel, Arief Poyuono Minta Presiden Copot Erick Thohir

Rabu, 20-January-2021 16:30

Ilustrasi banjir
Foto : Istimewa
Ilustrasi banjir
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Lembaga Pemantau Penanganan Covid-19 & Pemulihan Ekonomi Nasional (LPPC19-PEN) Arief Poyuono mempertanyakan langkah Presiden Joko Widodo terkait banjir di Kalimantan Barat.

Apalagi, ada informasi kalau sallah satu Menteri adalah pemilik perusahaan yang mengeksplorasi Kalimantan. Hal itu diungkapkan Arief lewat akun resmi twitternya @bumnbersatu seperti dilansir di Jakarta, Rabu (20/1/2021).

"piye Kangmas @jokowiOjo meneng mas. Banjir Kalimantan Akibat Tambang Batu Bara, Salah satu Menteri Seluas 31.000 Hektar?,"

#ErickOut#PresidenHarusTegas#TangkapPerusakLingkungan

Arief juga mensisipkan sebuah berita media daring berjudul:PT Adaro Diduga Jadi Salah Satu Penyebab Banjir Kalsel

Seperti diketahui, bahwa PT Adaro milik keluarga Erick Thohir merupakan salah satu perusahaan tambang yang telah mendapat perpanjangan izin dan ‘kenikmatan’ UU Minerba.

“Lalu PT Adaro milik keluarga Erick Thohir (Menteri BUMN) yang memiliki konsesi tambang batubara 31.380 hektar di KalSel juga dapat perpanjangan izin.

"Tak hanya mengatur perpanjangan izin, UU Minerba juga mengatur fleksibilitas perluasan lahan hanya dengan persetujuan Menteri,” tulis akun @Greenpeace 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati